Join Soundcloud

Hari ini saya baru saja join soundcloud. Soundcloud ini adalah portal berisi kumpulan audio (musik, storytelling, ceramah) yang diupload penggunanya. Tentu saja berkonsep seperti socmed dimana tiap pengguna dapat saling sharing maupun mengomentari hasil upload orang lain, mirip twitter dan facebook.

Banyak pengguna soundcloud adalah pemusik yang umumnya masih indie atau pendatang baru. Tapi justru itu daya tariknya, kita bisa mendengarkan bakat-bakat suara mereka tanpa perlu menunggu di acara seperti X-factor atau Voice of Indonesia. Umumnya lagu yang mereka upload adalah hasil cover lagu yang sudah terkenal, contohnya lagu RHCP dicover menjadi versi akustik, menarik bukan?.Ada beberapa penulis lagu, yang lagunya belum sempat dipublish.  Ada juga beberapa teman saya yang mengunggah hasil karaoke-nya hi hi hi. Saya sendiri bergabung soundcloud untuk hiburan saja, bukan sebagai pengupload karena memang tidak bisa bermain musik dan suara jelek :D.

contoh halaman soundcloud

Mengapa membaca komik One Piece

Saya mulai membaca komik One Piece sekitar 2 tahun yang lalu. Saat itu teman saya merekomendasikan membaca komik ini karena dia ketagihan membaca dan sering ramai bercerita tentang jalan ceritanya. Sayapun akhirnya ketagihan juga. kurang lebih 500 chapter saya lahap dalam waktu 2 minggu 😀

Saya sudah lama tidak membaca komik. Terakhir kali membaca komik adalah komik naruto dan 21th century boy. Saya sebenarnya tidak terlalu suka komik, tetapi untuk komik karangan Eichiro Oda ini, membuat saya ketagihan hingga mendalami wiki nya 😀

1. Cerita yang menarik

Inti cerita di One Piece sebenarnya hanyalah petualangan Luffy dan kawan-kawan untuk menjadi Pirate King. Tetapi di dalam perjalanannya terbagi lagi menjadi beberapa cerita, ada peristiwa yang penting dan banyak juga cerita pendek yang kurang penting.  Yang menarik adalah komik ini membuat pembaca bertanya-tanya ada apa di halaman selanjutnya. Kalau pernah membaca novelnya Dan Brown, pasti sering bertanya-tanya apa yang terjadi di bab selanjutnya, begitu juga komik OP. Untuk bagian cerita, saya paling suka bagian Whitebeard War.

2. Karakter yang kuat

Ini adalah bagian terkeren dari komik ini, tokoh-tokohnya, baik jagoannya maupun lawan-lawannya. Tiap tokoh memiliki karakter yang kuat, juga kekuatan yang bisa diandalkan. Pertarungan-pertarungan diantara tokohnya pun seru. Tidak seperti Dragon Ball, tidak ada tokoh yang terlalu kuat maupun terlalu lemah bagi yang lain. Semua tokoh memiliki tandingannya. Saya perhatikan, hanya sedikit tokoh baik itu kawan atau lawan di one piece yang mati. Hasil akhir sebuah pertarungan juga tidak selalu menang-kalah. Tidak pula bergantung siapa kuat siapa lemah, bisa juga kemenangan karena strategi. Dan tokoh antagonis pun belum tentu jahat. Yang pasti, momen saat kemunculan tokoh-tokoh tersebut sangat keren dan pasti ditunggu-tunggu.

Ini tokoh favorit saya, padahal tokoh-tokoh antagonis lho hehe

Marine HQ admiral

3.  Pesan

Ini adalah implikasi dari karakter yang kuat dari masing-masing tokoh. Masing-masing tokoh memiliki prinsip yang kuat. Contohnya, Luffy dengan prinsip persahabatannya, maka banyak sekali pesan-pesan tentang persahabatan yang tak jarang membuat terharu. Whitebeard dengan familynya atau Akainu dengan absolute justice-nya

Saya pikir OP ini memang bukan komik anak-anak, tapi untuk remaja dan dewasa. Ceritanya cukup rumit dan banyak. Selamat membaca 🙂

Dialog absurd dan ringan @NgupingJakarta

Ini blog benar-benar membuat saya ngakak. Penghilang stress-lah pokoknya. SIlahkan buka NgupingJakarta . Isinya berupa dialog singkat dan absurd yang didengar pelaku lalu dikirim ke nguping.jakarta@gmail.com . Blog ini memang adaptasi dari Overheard in New York. Berikut cuplikannya,
Teman #1: “Wah.. Hotel ini keren juga, hotel apaan sih, baru yah…?”
Teman #2: “Iya… Keren bo…”
Ketika melewati pintu masuk hotel
Teman #1: “Eh bo… Ini namanya HOTEL ENTRANCE.”

Teman #2: “Oohh… Hotel entrance, baru pasti, gua baru liat, keren juga nih hotel entrance…”

Didengar oleh teman #3 yang ingin mencopot papan petunjuk itu dan menjejalkannya ke mulut mereka.

WKwkwkwk…. dodol pisan..

Mas-mas: (nyolek kenek) “Bang, bagi apinya dong…”
Kenek: “Emangnya gue naga…”

Metromini 640, didengar oleh penumpang yang ingin loncat turun.

😆

Thengkleng Klewer Solo

Kemarin, Sabtu-Senin saya pulang ke Solo. Kepulangan singkat ini, dalam rangka kesripahan kakek saya meninggal dunia (Innalillahi wa inna ilaihi roji’un).

Selama berada di Solo, selain berkumpul dengan sanak saudara dan takziah di tempat nenek, saya juga sempat berjalan-jalan di Solo, untuk mbenerin Mio di bengkel, mbayar SPP di BNI dan komplain koneksi HP di Indosat 😀 .

Di tengah perjalanan, melewati Pasar Klewer (Pasar di Solo yang terkenal akan dagang pakaian), saya mencium aroma thengkleng yang maknyuss. Akhirnya karena belum sarapan dan makan siang, saya parkirkan motor di Masjid Agung. LAngsung saya cari, dimana aroma thengkleng itu berasal. Memang seingat saya, thengkleng klewer ini pernah direview sama Bondan WInarno. Sebagai orang Solo yang sudah puluhan tahun, seharusnya saya tahu thengkleng ini dari dulu (hihi.. jadi malu).

Akhirnya saya pesan satu porsi (satu porsinya IDR 10.000). Nasi putih lengkap dengan potongan kambing yang dimutilasi tulang iga, sate kuping-lidah, dan beberapa potongan kepala kambing, diguyur kuah  gulai bening dan dipincuk daun pisang. Wuuih sedep sekali… SAya sendiri tidak puas dengan satu porsi saja. Maklum saya lagi kalap, akhirnya pesan 1 porsi lagi dan satu gelas es kelapa muda. Maknyusss saudara…

Total makan siang hari itu (2 x IDR 10.000) + IDR 2000 = IDR 22.000 , agak boros memang, tapi puasss…. 😀

NB: ga ada skrinsyutnya euy, lain kali beli HP yang ada tombol kameranya :D.

Ini gambar versi mangkoknya

Buku Detektif karangan Wolfgang Ecke

Buku detektif ini sebenarnya sudah lama, cetakan bahasa Indonesia tahun 1986 dan pengarangnya sendiripun sudah meninggal. Saya sendiri mendapatkan buku ini dari kolektor buku bekas di Internet. Situsnya disini (thx to Mbak Devi). Buku detektif ini, masing-masing mempunyai 20 cerita pendek atau kasus, dimana di setiap akhir kasus terdapat pertanyaan mengenai kesalahan sang pelaku yang membuktikan bahwa dialah sang tersangka. Disini pembaca diajak untuk ikut berpikir dalam menyelesaikan suatu kasus, jawaban pertanyaan tersebut terdapat di bagian akhir buku. Tidak seperti cerita Detektif Conan atau Kindaichi, cerita di buku ini lebih simpel, tapi jangan salah, untuk menyelesaikannya dibutuhkan logika dan kecermatan yang tinggi.

Saya sarankan untuk membaca buku ini didampingi dengan internet. Karena untuk menyelesaikan beberapa kasus yang sulit (level bintang tiga), dibutuhkan wawasan yang luas. Sebagai contoh, saya membutuhkan peta Jerman untuk membuktikan kata-kata pelaku mengenai tempat tinggalnya. Yup, suasana daratan eropa zaman 70an sangat kental di buku ini, karena pengarangnya sendiri berasal dari Jerman


Saya sendiri tertarik pada buku ini ketika dulu semasa SMA pernah membaca salah satu seri buku ini, berjudul Saat Maling Main Catur , sekarang sudah hilang sepertinya dipinjam teman. Selanjutnya saya memesan seri yang lain di internet, antara lain judulnya, Pianika embuka RAhasia, Misteri si Baju Hitam dan Puri Gorila Merah. Biaya pesan dan kirimnya tidak sampai 40.000 rupiah . Pengen saya koleksi buku-buku seperti ni. Ada yang punya? . Mungkin saya malah pengen menulis cerita-cerita misteri semacam ini.