Sebelum Sidang

Beberapa malam yang lalu saya  mengaji dan tiba-tiba tertarik pada potongan ayat surat At-Thaha 25. Tiba-tiba ada rasa ingin menghafalkannya karena terbaca seperti do’a, saya sendiri tak tahu apa artinya.

Beberapa hari kemudian, atau hari ini merupakan pengumuman jadwal sidang TA bagi prodi elektro.

jadwal sidang saya dan dosen penguji

Agak nervous sih, lihat dosen2 pengujinya, tapi tak apa, bukan tugas akhir namanya kalau tidak diakhiri dengan susah payah 🙂

Dan tahukah kawan, ayat yang saya membuat saya tertarik beberapa malam yang lalu itu? Subhanallah, ternyata artinya sangat pas untuk keadaan saya saat ini, yaitu doa nabi Musa As ,

”Dia (Musa) berkata : ”Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku” (25)
”dan mudahkanlah untukku, urusanku” (26)
”dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku” (27)
”agar mereka mengerti perkataanku” (28)

Plan Ramadhan 1431 H

Sudah memasuki hari kedua bulan ramadhan, satu hari puasa telah terlewati. Entah kenapa setiap ramadhan, saya melihat orang jadi lebih riang daripada biasanya (sugesti 😀)

Okay, mari kita bikin beberapa plan tentang ramadhan bulan ini

1.  Berhemat dalam sahur dan berbuka, mari tidak berlebih-lebihan dalam makan. Biasanya saat puasa, pengeluaran untuk makan malah melebihi hari biasa. Selain mendapat hikmah dalam berpuasa, tentu hemat di kantong juga. UNtuk itu jauh-jauh hari (sebelum harga pada naik), saya sudah membeli bahan makanan seperti mie, sarden, abon, ikan kering, sirop, jadi bisa makan tanpa jaja. Alhamdulillah puasa pertama dapat buka gratis di salman :D, walau lauknya sederhana tapi nyamleng (lahap), inilah letak nikmatnya berpuasa 🙂

2. Tadarus, wah kalo soal ini saya payah banget. Waktu SMA, biasanya rutin mengaji tiap habis maghrib. Waktu kuliah, jadi kacau begini >.< . Targetnya ga usah sampe khatam, yang penting mulai rutin lagi aja tiap maghrib 🙂

3. Tarawih dan subuh rutin di masjid, lebih prefer tarawih di masjid At-Taqwa KPAD.  Entah kenapa kalau saya sudah suka pada suatu tempat, tidak mau pindah ke lain hati 😀 . Tempatnya enak sih, luas, masih banyak anak kecil , lagipula penceramahnya juga gonta-ganti, jadi ga bosen

4. Selesaikan draft TA , yuk selesaikan biar bisa mulai konsentrasi magang lagi dan hati tenang saat lebaran

5. Berburu beberapa item (rahasia ah 😀 ) , anggap saja hadiah kepada diri sendiri sebagai penyemangat 🙂

ah tidak sabar untuk segera lebaran. Mudik dan berkumpul bersama keluarga besar

*masih berkutat dengan draft TA 😀

Serba serbi Ramadhan(1) : Tarawih

Seperti biasa setiap bulan Ramadhan masjid selalu penuh setiap malam karena ada tarawih. Ok-Ok, saya memang bukan ahli agama, jadi ga tahu dalilnya tentang tarawih 😀 . Yang saya tahu tarawih ini merupakan amalan sunnah, dimana setiap bulan ini Allah   SWT melipatgandakan amalan ibadah umatnya.

Nah, pada ramadhan malam ke-4 ini, saya sudah bolong tarawih satu kali (dibilangin saya kan bukan ahli agama >-<). Malam pertama tarawih di DT dan ketiga di masjid At Taqwa Gegerkalong. Saat tarawih di DT, saya bersama teman saya, wisnu, memang berniat malam pertama ramadhan pengen khusyuk denge khotib, biasalah anak muda, semangat2 di awal. Eh lha kok pas pulang tarawih, mata kami jelalatan nyari ukhti-ukhti santri DT yang alim sholihah… hahaha.

Selanjutnya, di Masjid At Taqwa dekat kos-kosan. Tidak ada hal yang khusus disini sih, namun yang saya amati disini adalah segerombolan anak kecil SD tengil. Ya, anak-anak SD ini memang menghiasi sudut masjid, aksesori ibadahnya lengkap:sarung, sajadah, peci, dan yang pasti ada “Buku Kegiatan ramadhan” , Geli juga melihatnya, anak-anak ini di masjid cuman bikin kegaduhan saja, tapi yang penting bukunya penuh tanda tangan pak khotib. Semasa saya dulu juga seperti ini, tarawih cuman niat biar buku ramadhan penuh, di masjid bersama teman kelas SD buat keributan. Jadilah gerombolan tengl ini selalu diperingatkan khotib Mungkin dulu kami belum mengenal istilah “titip absen” atau “palsu tanda tangan“, jadi selalu takut bila tak ikut tarawih. Coba kalau Mahasiswa ITB dikasih buku kegiatan ramadhan? wakakakk…

Satu lagi, tentang tarawih, biasanya saya mencari masjid yang tarawihnya cepat. Di Masjid Salman ITB, tarawihnya satu juz penuh .. maaaak. Makanya saya belum pernah tarawih disitu, padahal pahalanya lebih banyak kan. Dulu pas Malam Ramadhan pertama juga saya mengajak teman kesitu, tapi dianya ga mau, Nggak jadi deh Yah, semoga saya bisa meningkatkan iman saya di Ramadahn ini.Amiin

Memories in Salman

Siang ini aq ke salman bareng Hasan karena ada sedikit urusan. MEmang udah lama aq nggak ke salman. Padahal waktu TPB dulu (belum ada setengah tahun) , aq sering menghabiskan waktuku disini, entah itu belajar, membaca, mentoring, mengaji dan sholat tentunya 😀 . Tapi entah mungkin kesibukan di akademik atau unit, membuatku jarang kesini.
Sehabis sholat sedikit kuluangkan waktu disini buat belajat Probstat (ga jelas besok kamis jadi ujian ga). SAmbil belajar, kulihat sekeliling banyak kegiatan mentoring, yang tentunya banayak dihadiri anak 2007. Kulihat mereka persis seperti aku dulu, antusias mendengarkan mentoring, yang jelas masih lucu-lucu dan lugu-lugu. Memang mentoring gamais ini sangat efektif, menjalin hubungan kekerabatan dengan 2007, selain dakwah tentunya. YAaah… semoga mereka tetap istiqomah-lah :p. Ga seperti aku yang tambah bejat ini ..haha. Continue reading

Suami dan keempat istrinya

Iseng-iseng aja baca kisah-kisah penuh hikmah (ciee…) dan kemarin aku nemuin satu kisah analogi yang bagus.

Suami dan keempat istrinya
Alkisah, hidup seorang suami yang mempunyai empat orang istri. SUami tersbut mencintai istri-istrinya. Sang suami sangat mencintai istri keempat karena ialah yang paling tercantik diantara keempat istrinya. Sang suami juga mencintai istri ketiganya, karena ia istri yang paling memanjakan suaminya, semua kemauan suaminya itu dituruti. Begitu juga dengan istri kedua, sang suami mencintainya karena ia begitu sabar dan ramah padanya. Tetapi lain halnya dengan istri pertama, sang suami lebih sering lupa padanya, padahal ia selalu setia mengikuti kemanapun suaminya pergi.

Akhirnya tibalah saat-saat sang suami menjelang memghembuskan nafas terakhirnya. Ia berkata pada istri keempat “Istriku, kaulah yang paling kucintai, sekarang aku akan mati, maukah kau menemaniku?” . Jawab istri keempat “Tentu saja tidak bisa, aku akan berpisah denganmu tuk selama-lamanya”. Sang suami kecewa, lalu berkata ia pada istri ketiga “IStriku, kau selalu menuruti kemauanku, sekarang maukah kau menemaniku menghadap Sang Khalik?”. Jawab istri ketiga “Tidak bisa, aku akan menikah dengan orang lain, aku akan menjadi milik orang lain”. Sang suami kembli kecewa, sekarang ia berharap pada istri kedua “Istriku, kau begitu baik dan sabar padaku, maukah kau menemaniku?. JAwab istri kedua “Tidak bisa, tapi aku akan merawat makammu, mengingatmu selalu dan menjaga nama baikmu kelak”. SAng suami kecewa, tinggalah istri pertama yang sering ia lupakan, “Istriku, aku sering melupakanmu padahal engkau selalu mengiringiku, maukah kau menemaniku?. Jawab istri pertama “Aku mau menemanimu, aku selalu stia disampngmu” .Sang suami terkejut, ia merasa menyesal mengapa di waktu hidup ia sering melupakan istri pertamanya itu, yang ternyata dapat menemaninya hingga akhirat

Dari cerita ini yang dimaksudkan istri keempat adalah jasmani kita,ia akan membusuk begitu kita mati. IStri ketiga adalah harta , pangkat dan kekayaan, ia akan pergi bahkan menjadi milik orang lain begitu kita mati. Istri kedua adalah keluarga, kerabat dan teman. Sedangkan istri pertama adalah amal perbuatan kita yang akan kita bawa sampai akhirat. Seringkali manusia melupakan amal perbuatannya, lebih mementingkan kebutuhan duniawinya. Padahal harta-harta serta kekayaan duniawi kita tidak akan membantu kita di akhirat, malah semakin banyak harta semakin berat mempertanggungjawabkannya.

Semoga dengan kisah ini dapat memperbaiki amal perbuatan kita serta mempertebal keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT .

(Disadur dan diedit seperlunya dari SC Magazine)

Serba serbi Lebaran (1) : Makanan

Saat Hari H Lebaran dan hari H++ , biasanya di rumah-rumah sanak saudara menyediakaan aneka panganan untuk disajikan kepada tamu. Dari tahun ke tahun, rupanya saya amati ada kesamman dalam pola menu makanan yang disajikan. Saya membaginya menjadi 2 kategori, makanan kecil dan makanan berat. Tanpa bermaksud mengkufuri dan menghitung-hitung nikmat, saya coba sedikit review

– Makanan kecil,

biasanya disajikan di meja ruang tamu. BIasanya tersedia toples-toples kue kering, nastar, kastengel, pokoknya aneka kue kering mungil. Biasanya minuman yang disajikan adalah air minuman dalam kemasan gelas. Itu tadi merupakan sajian ala lebaran di kota (termasuk keluarga saya), rupanya kami tidak mau repot membuat sajian , tinggal beli sajian yang sudah jadi. Lain halnya sajian lebaran ala desa (tempat leluhur2 saya), Makanan yang disajikan biasanya handmade penyaji sendiri, jadi ketika H– rupanya mereka mengalokasikan waktu khusus untuk membuat sajian. Variasi pangan yang disajikan biasanya makanan tradisional, seperti tape ketan, wajik kletik, jadah, kacang bawang dan lain-lain. Minumannya pun khas orang jawa, yaitu teh super manis dan panas (duh padahal cuaca desa kami panas dan kering). Makanan-makanan kecil tadi rupanya relatif sama antara rumah satu dan tetangga yang lainnya. Kalau dipikir-pikir bosan juga ya, makanannya itu-itu saja….hehe. Ada cerita menarik soal sajian panganan di rumah kami, Lebaran tahun ini, ibu saya menyediakan khusus minuman kemasan buah berwarna-warni yang menarik bagi anak-anak. Rupanya memang anak-anak di kampung tertarik. Jadilah ruang tamu kami ramai oleh anak-anak, bahkan sampai rebutan. Bapak saya sendiri bingung, kok tamunya anak-anak semua, bingung mau membicarakan apa (paling-paling tanya “kamu dah kelas berapa?”) …. haha

– Makanan berat.

satu hal yang pasti ada dan berbeda dari hari lain : DAGING!!!
Memang lebaran momen tuk menyenangkan diri dan para tamu, jadi tak ada salahnya jika memasak daging yang relatif mahal di momen seperti ini. Dari sekian banyak makanan berat yang saya temui di setiap rumah (berarti di setiap rumah makan donk… :p), adalah
1 opor ayam
2 Sambal goreng
3 Lontong
4 Kerupuk Udang
KEtiga kombinasi maknyuss itu pasti menghadiri meja makan. Saya sendiri akhir-akhir ini sudah mabuk opor, sampai-sampai pernah saya memilih sayur pecel daripada opor ayam (hal yang tak mungkin saya lakukan di bandung).

Yah Alhamdulillah masih diberi nikmat ini. Semoga. penyaji makanan diberi balasan atas keramahan dan ketulusan menjalin silaturahmi.