Reborn & Rekap

Huaah .. udah hampir 3 bulan saya ga ngisi blog. Rasanya ga lengkap kalo catatan perjalanan hidup ini tidak didokumentasikan. Rasanya ada rantai yang putus. Saya menulis blog ini, agar nanti di hari tua bisa mengenang masa-masa ini. Saya sendiri kadang ga percaya apa yang saya tulis 1-2 tahun lalu πŸ˜› .

Ada banyak kejadian dalam 3 bulan ini, yang sebenarnya ingin saya dokumentasikan. Tapi biar cepet direkap aja deh πŸ˜€

1.Kepala saya jadi 2 tanggal 29 Desember yang lalu — ga terasa udah 2 dekade di di dunia ini , alhamdulillah πŸ™‚

2.Dompet saya ilang!!! – akhir tahun lalu — ini yang bikin saya pundung, ga jadi taun baruan dan ga jadi makan2 ultah πŸ˜€

3. Laptop acer saya rusak LCDnya -awal tahun ini — damn, hidup saya hampa tanpa ditemani si lappie hampir selama 1 bulan

4. Mencoba membongkar sendiri LCD laptop — entah ini perbuatan paling pandai atau paling tolol, yang jelas setelah itu, LCdnya rusak, absolutely !!! 😦

5. Dompet saya ketemu!!, isinya pun utuh πŸ™‚ — thanx to bapak yang nemuin dari lembang(lupa namanya, parah banget >_< ), bintang, teteh2 temennya bintang , bapak, ibu, all deh

6. Semester baru, semangat baru

7. Akhirnya melepaskan kepergian acer, menyambut kedatangan si axioo πŸ™‚ — tukar tambah ceritanya

8. Badan saya sakit selama hampir 1 minggu, entah tipes atau gejalanya, yang penting sekarang dah sembuh πŸ™‚

Kapan-kapanΒ  saya bikinin review lengkapnya, terutama bongkar laptop LCD dodol πŸ™‚

Wisudaan ITB, motivasi, dan kebanggaan

Hari ini saya mengikuti acara wisudaan ITB, boleh dibilang acara ini spesial bagi massa kampus, karena selain perayaan kelulusan wisudawan juga perayaan bagi adik-adik angkatannya, otomatis perayaan kampus juga. Wisuda ITB ini diadakan 3 kali setahun, yaitu bulan Maret, Juli dan Oktober. Yang membuat Wisuda ITB spesial adalah perayaan yang unik dan meriah dari masing-masing jurusan, kostum-kostum unik, arak-arakan, perang air, setrum-setruman (yang dua terakhir ini khusus jurusan saya). Memang sudah tradisi perayaan ini, bahkan menurut swasta saya (senior tua, mungkin udah bekerja), dulu tawuran perkelahian antar himpunan jurusan adalah tradisi dan kebanggaan.

Saya ikut massa himpunan untuk mengarak calon wisudawan. Jadi kami berkostum tema film ‘Scream” menjemput wisudawan dari prosesi wisuda formal di Gedung Sabuga (belakang kampus). Kemudian wisudawan diarak melewati Jalan Tamansari samping kampus sampai ke gerbang depan kampus. Kemudian masuk kampus untuk acara setrum-setruman. Yang paling meriah adalah perang air, ratusan ribuan kantong air telah disiapkan untuk dilempar kesana kemari. Pokoknya meriah-lah, wisuda ini adalah wisuda terakhir angkaran 2006 yang mengurusnya, selanjutnya oktober adalah jatah anak-anak 2007, jadi saya gunakan sehari ini untuk wisudaan, selain bertemu kembali dengan teman setelah liburan juga memberikan saya motivasi

Motivasi apa? melihat para wisudawan, saya jadi ingin cepat-cepat lulus, mungkin tepat 2 tahun lagi (AMIIIINNN….. *sambil teriak*). SAya membayangkan wisudawan telah melewati masa-masa senang dan sulit di ITB, khususnya elektro. Mulai dari ospek, kuliah, praktikum,ngerjain PR, tes awal-akhir, laporan, lab, ujian , skripsi, sidang dan sebagainya. Saya akan menjadikan momen-momen seperti ini untuk diingat saat saya sedang putus asa, seperti saat belajar, stack mengerjakan PR, praktikum dsb. Mungkin momen ini belum saya lalui, namun akan saya dambakan. Seperti saat kita berlari jauh, kita bayangkan saat-saat finish, tak terasa ada energi yang menarik dari depan dan telah membawa kita lari jauh

Satu lagi di acara wisudaan ini, rasa bangga…. Siapa sih yang tidak bangga di acara ini? kita tilik satu persatu

1. Wisudawan, sudah jelas bangga, baik lulusan muda maupun tua, IP pas-pasan apalagi yang cumlaude. Bagaimana tidak? lulus dari institut yang katanya terbaik bangsa (katanya lho :p). Satu lagi, kebanggaan sebagai massa jurusan, saat diarak, dengan adik angkatan yang meneriakkan mars jurusan dengan semangat, belum lagi dilihat mahasiswa-mahasiswa lain di jalanan.

2. Orang Tua, mungkin di momen seperti ini, orang tua sudah lepas dari tanggung jawab mendidik anaknya. Tak heran bila banyak orang tua menyuruh anaknya cepat-cepat lulus dibandingkan orang tua menyuruh anaknya lulus cumlaude atau juara lomba

3. Massa himpunan, walau rela dan capek berpanas-panas ngarak, teriak-teriak pula, tapi demi kebanggaan akan jurusannya. Apalagi dihadapan orang banyak. Semakin teriak keras, menarik perhatian orang banyak, semakin bangga. Selain itu, juga termotivasi bila kelak mereka lullus mereka juga akan dapat diarak penuh semangat

4. Civitas akademika, mulai dari TU, karyawan, dosen, kaprodi, dekan mungkin juga rektor. Lihat anak didik-nya lulus tentulah bangga, apalagi perayaan di jurusannya meriah. Kampus remuk dan kotor sekali-kali juga takpapa. Mungkin rektor-rektor sebelumnya berpikir kalo tawuran juga boleh-boleh aja (lha wong dulu pas jaman beliau kuliah lebih kejem tawurannya :D)

Mungkin yang paling sebal wisuda adalah pengguna jalan tamansari. Bikin macet jalan saja wisudaan ini, begitu mungkin pikirnya . (Maaf mas/mbak, lewat dago aja toh di jalan ini cuma ada bonbin dan BATAN)

Total wisudawan elektro kali ini sekitar 80-an katanya (proporsional, sepertiga jumlah angkatan πŸ˜€ ). OK CHAMP!!!!!.

Spesial untuk wisudawan

Agfa Prayoga, Mentor saya, yang membuka mata saya tentang dunia elektro

Irvan TAmbunan, Senior di Unit, selamat bung, kususul jejakmu masuk tekkom

Aditya Arie Nugraha, KAkak kelas SMA, Pelopor Wika 2004 ki…..

Well, seluruh wisudawan, Selamat dan Sukses!!!!

*Sori ,blum ada foto, lagi nyari sie. dokumentasi*

Ketika tubuh berperang a.k.a demam

Dua hari ini saya hanya bisa berbaring di kamar tidur karena sakit. Ya, kamis malam lalu, tubuh saya tiba-tiba demam tinggi disertai sakit kepala. Mungkin karena cuaca yang kurang menentu, masa ujian ato pusing mikirin BBM naik? πŸ˜€ . Tapi alhamdulillah sekarang sudah baikan .

Tapi, apa itu demam? berikut penjelasan singkat dari infoibu

APA ITU DEMAM ATAU PANAS TUBUH?—

Ketika anda merasa tidak enak badan, maka hal pertama kali yang sering anda nilai adalah apakah tubuh anda panas atau mengalami demam. Walaupun sebenarnya panas sendiri bukanlah penyakit itu sendiri, panas biasanya adalah tanda bahwa sesuatu sedang terjadi didalam tubuh anda.

Dan sebenarnya panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.


Ya, demam disini berarti bahwa tubuh kita sedang berperang pada penyakit entah itu kuman atau virus. Tubuh ini seperti mempunyai sistem peringatan bahwa ada ancaman yang terjadi di tubuh kita. Efek samping dari peringatan demam ini adalah tubuh kita menjadi panas, mata menjadi sangat tidak enak, ludah serasa pahit, dan nafsu makan berkurang, rasanya ingin tidur istirahat saja. Memang benar peringatan ini, kalo ibaratnya tubuh kita bisa bicara, ia akan memperingatkan “Maaf teman, badan ini sudah kami desain agar tidak enak, kami sedang berperang melawan si virus, Perang Virus adalah prioritas pertama, oleh karena itu istirahatlah”.

Mungkin karena mindset perang tubuh ini, saya bisa sedikit menganalogikan dalam mengatasi demam ini. Berikut tips-tips dari saya untuk mengatasi demam,

1. Istirahat… istirahat… istirahat… Ingat tubuh kita sedang konsentrasi berperang. Lupakan semua aktivitas harian, mbolos aja kuliah ato kerja (izin tentunya), tubuh anda lebih penting daripada 18 SKS atau honor harian. Tapi usahakan jangan terlalu lama istirahat di kasur, bisa sakit punggung kita. Selang-seling tidur – baca buku – tidur – keluar rumah -tidur -ngenet -tidur, pokoknya aktivitas yang tidak memakan resource tubuh.

2. Beri tubuhmu amunisi energi yang banyak. Ibarat perang, kita juga butuh amunisi. Pergilah membeli makanan-minuman bergizi, seperti susu , kacang hijau, roti, buah . BEli makanan yang kita sukai, ingat nafsu makan kita menurun dan ludah serasa pahit, berarti tubuh memperingatkan kita, “makanlah yang banyak, enak dan bergizi ya, juga yang manis-manis”. Saat sakit takanan darah dan kadar gula kita menurun. Asuplah karbohidrat dan glukosa yang banyak. Ingat efek dari makanan baru terasa setelah lebih dari 7 jam.

3. Minum obat. Tubuh juga membutuhkan pasukan-pasukan khusus dalam berperang untuk operas-operasi khusus. Parasetamol, yang mengatasi pusing dan demam, Antibiotik, yang mengatasi bibit-bibit penyakit. Biasanya kombinasi obat yang saya pakai: Obat parasetamol (bisa panadol, ultraflu, paramex dll), antibiotik (yang mana yang cocok buat anda, untuk saat ini saya cocoknya ciprofloxacin dan tetra), Obat Maag (Untuk menetralisir lambung yang masam karena kurang ada makanan yang diolah, agar tidak mual-mual). Obat-obat tadi atas rekomendasi dokter pribadi saya dari klinik Ayah-Bunda πŸ˜€

4. Jika 3 hari demam tak kunjung sembuh, berarti perang tak kunjung selesai, segeralah panggil jenderal perang, minta ia untuk menganalisis sebab-sebab terjadinya perang, profil musuh dan keadaan persenjataan kita, minta pendapatnya mengenai perang ini. Yup, pergilah ke dokter

5. Jangan lupa berdoa untuk kesembuhanmu

Yup, semoga anda cepat sembuh dan kembali beraktivitas

Sekutu alami mahasiswa

Inilah sekutu alami mahasiswa …

Dengan beberapa item diatas, setidaknya saya bisa bertahan satu hari..

1. Sarapan, ngevoor ga sarapan saya D

2. Makan siang, sarapan khas kuli, nasi banyak + tempe buatan sendiri = 1000 + 1000 = IDR 2000

3. Makan Malam, jenis makanan paling tidak sehat, tapi selalu setia mendampingi di saat-saat darurat dan kelaparan = Indomie = IDR 1000

Sehari IDR 3000 selama sebulan, 3000 x 30 = Rp. 90.000 , kurang dari seratus ribu. Sepertinya kalo sebulan perut saya bisa karatan. D . Kalau anak istri saya kelak beri makan seperti ini, bagaimana ya? hihi..

Nonton Ketoprak Humor

Pagi ini, ato lebih tepatnya kemaren malam, saya (hampir) begadang buat ngerjain PR Sinsis yang memusingkan (yang pada akhirnya saya mencontek teman esok paginya). Di tengah kemumetan itu, saya hidupkan TV sengaja agar tak kesepian. Acaranya waktu itu adalah ketoprak humor, di TPI jam 23.00 – 01.00. Entah kenapa, saya jadi ingin menonton acara tersebut. Ternyata sepanjang acara saya jadi sangat terhibur dengan acara “ketoprak humor” ini. SAya menganggap acara ini benar2 menarik dan terlalu sayang untuk dilewatkan

Ada beberapa alasan kenapa saya begitu senang menonton acara ini.

1. Acara ini lucu, mungkin bagi orang jawa seperti saya, banyak humor2 dengan bahasa jawa yang segar dan penuh spontanitas.

2. Dulu, waktu ketoprak humor masih prime time malem minggu jam 7 – 9 . Saya sering menonton acara ini. Tapi karena seiring mundurnya jadwal jam tayang semkain larut, jadi hamka kecil jarang menonton acara ini.

3. MErupakan kenangan bagi saya. Saya tiap malam minggu biasanya di rumah simbah di kalioso, menonton acara ini bareng keluarga besar. πŸ˜€

4. Mengobati kerinduan saya akan tanah jawa (weissyeh…)

So…. ayo cah nonton ketoprak humor timbangane nonton sinetron…. !!

Yang pasti setiap malam senin tidak akan saya lewatkan acara ketoprakan ini…. Bravo Ketoprak Humor

Kemana aja kau Ham??

Hari ini agak aneh dan spesial bagi saya (padahal bukan hari ulang tahun saya) . Keanehan tersebut berawal ketika saya melewati himpunan ada sedikit urusan . Salah seorang teman saya menyapa “Kemana aja kau ham, ga pernah kelihatan?” . Saya sih cuman cengengas-cengengesan, aneh aja, lha wong ga kemana-mana. Lalu pas di Musholla Comlabs , salah seorang teman saya juga menanyakan pertanyaan yang sama (Nengndhi wae koe pak??, ra tau ngetok).

Aneh juga, tapi saya pikir pertanyaan tersebut dilontarkan teman-teman saya dari himpunan. Memang akhir-akhir ini saya jarang ke himpunan (memang sebelumnya pernah??). Sengaja saya pasif berorganisasi dalam himpunan,Β  karena saya sendiri kesulitan membagi waktu. Takutnya, setelah aktif di himpunan nanti saya tidak bisa menjalankan amanah. Tapi ada satu hal yang ingin saya lakukan untuk bukan hanya himpunan tapi Civitas Elektro. Itu salah satu tekad saya berkuliah di ITB

Mengapa Civitas Elektro?,Β  Dari awal masuk STEI saya sendiri merasa berhutang ke Civitas. BAgaimana tidak ketika anda masuk ke Prodi Teknik Elektro, anda bangga, kebanggaan itu diperoleh dari kakak2 kita dari saat Prodi Elektro berdiri. Hal lain, misalnya lab, dosen, bahan kuliah , semua itu diperoleh dari hasil kerja keras pendahulu kita (waktu lab masih terbatas, dosen2 kitapun lulusan elektro). Saya nggak ingin elektro cuma dijadikan batu loncatan ke jenjang karir, harus ada timbal balik dari mahasiswanya. Yah itulah tekad saya bagi Civitas. Ok Champ…… Elektro…elektro…elektro….

Lalu pertanyaan ” Kemana saja kau ham??”

Jawabannya “Mencari sesuap nasi agar asap dapur tetap mengepul” πŸ˜€

Memories in Salman

Siang ini aq ke salman bareng Hasan karena ada sedikit urusan. MEmang udah lama aq nggak ke salman. Padahal waktu TPB dulu (belum ada setengah tahun) , aq sering menghabiskan waktuku disini, entah itu belajar, membaca, mentoring, mengaji dan sholat tentunya πŸ˜€ . Tapi entah mungkin kesibukan di akademik atau unit, membuatku jarang kesini.
Sehabis sholat sedikit kuluangkan waktu disini buat belajat Probstat (ga jelas besok kamis jadi ujian ga). SAmbil belajar, kulihat sekeliling banyak kegiatan mentoring, yang tentunya banayak dihadiri anak 2007. Kulihat mereka persis seperti aku dulu, antusias mendengarkan mentoring, yang jelas masih lucu-lucu dan lugu-lugu. Memang mentoring gamais ini sangat efektif, menjalin hubungan kekerabatan dengan 2007, selain dakwah tentunya. YAaah… semoga mereka tetap istiqomah-lah :p. Ga seperti aku yang tambah bejat ini ..haha. Continue reading