Tentang Kota Solo

Beberapa waktu terakhir ini kota solo menjadi sorotan publik, tidak lain karena pemimpinnya pak Jokowi yang  dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta. Berbagai isu tentang kota solo mulai menyebar, mulai dari kemajuan kota solo yang menjadi citra positif pak jokowi sampai ke isu-isu negatif bahkan bermuatan SARA. Sebagai orang solo, saya ingin memberikan beberapa gambaran tentang kota solo, kebetulan lebaran ini saya pulang ke Solo.

Sebagai orang yang tinggal di solo, saya merasa terusik bila kota saya dibilang jelek apalagi oleh orang yang belum pernah di Solo. Untuk menilai pak jokowi, anda harus datang ke solo dua kali, sebelum pak jokowi menjabat walikota dan setelah pak jokowi menjabat walikota

1. Menurut statistik, kemiskinan di Solo tinggi

a. Parameternya apa? di solo mengukur kemiskinan dengan menggunakan 25 parameter , sementara di BPS 16 parameter.

b. Tolak ukur standarnya apa? tentu standar hidup di jakarta dan solo berbeda. Di solo, dengan uang 3ribu sudah bisa dapat nasi sayur lauk pauk, Karyawan toko di solo digaji 300-500ribu sebulan masih mau. di jakarta?

c. Kemiskinan adalah masalah bersama walikota, pemda sekitar, gubernur, presiden serta menteri-menterinya. Sulit dijadikan tolak ukur. Solo bisa saja menjadi kota maju tapi bila daerah sekitarnya tertinggal, ujung-ujungnya akan menjadi seperti jakarta.

2. Solo langganan banjir?

Tahun 2009, solo pernah dilanda banjir besar. Rumah saya di sumber, hampir terkena banjir. Peristiwa ini menyadarkan pemerintah kota dan masyarakat untuk membersihkan sungai, termasuk sungai2 kecil di kota. Selanjutnya di solo tidak pernah ada banjir besar lagi. Ada beberapa daerah di sekitar sungai bengawan solo yang memang langganan banjir. Maklum saja,ini adalah sungai terpanjang di jawa. Kalau dikatakan solo daerah langganan banjir, saya sangat tidak setuju.

3. Solo macet?

Gampang saja, karena volume kendaraan bertambah ruas jalan tetap. Macetnya kota solo ini lebih ke situasi merayap dan predictable. Maksud saya predictable adalah, orang masih bisa memprediksi kapan sampai tujuan dengan toleransi waktu yang sedikit. Dalam kondisi macet, paling tidak 1 jam anda sudah bisa melintasi ujung sampai ujung kota bolak balik.. Tidak seperti jakarta, yang orang di jalan bisa 2-3 jam tidak bisa diprediksi.

Saya akui, tanpa perencanaan manajemen transportasi yang baik, Solo akan lebih parah dari jakarta. . Sekarang pemkot solo sedang mengupayakan angkutan BST untuk transportasi massal. Menurut saya BST ini masih belum efektif karena masih 1 rute. Ke depan akan ada 7 rute. Menururt saya ini PR pak jokowi yang paling besar.

4. Pemimpin solo lebih memihak non-muslim daripada muslim

Isu SARA ini merupakan tuduhan bersumber dari laporan jumlah bantuan untuk kegiatan2 sosial yang kebanyakan ditujukan pada penganut agama non muslim (kristen/katolik). Well, terlepas benar tidaknya laporan ini, sebagai muslim, saya lebih memilih introspeksi diri, sudahkah kita umat muslim melakukan kegiatan sosial?. Kalau melihat kegiatan gereja, terkadang mereka mau membantu warga-warga sekitar atau anak-anak jalanan dengan bantuan makanan maupun medis. Tentu sah-sah saja dan saya sendiri turut setuju apabila ada kegiatan sosial dari umat lain,  Kegiatan sosial melalui masjid? kenapa nggak?, Dananya bisa dari zakat, sedekah maupun dermawan. Kegiatan masjid tidak harus dengan melulu pengajian yang isinya orang itu-itu saja, kenapa nggak mengajak anak-anak jalanan? dengan donor darah dan sebagainya

Kalau dipikir-pikir, dengan besarnya umat muslim, tentu besar juga jumlah zakatnya dan lebih banyak juga umat muslim melakukan kegiatan2 sosial. Sebagai umat muslim, sudahkah membayar zakat?. jangan menyalahkan umat lain yang mengulurkan tangannya, sementara umat kita sendiri malah berpangku tangan.

Jadi, silahkan saja datang ke Solo. Untuk menilai kota dan pemimpinnya, tidak cukup dengan angka-angka dan statistik yang belum tentu benar. Datang saja ke kota solo, tinggallah 3-4 hari, sambil mengobrol dengan pak becak, supir, kernet, pak rt, lurah, ustad, pendeta, dan semua elemen masyarakat. insya Allah anda akan lebih bijak.  Wassalam, 🙂

This entry was posted in Uncategorized by hamka. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Tentang Kota Solo

  1. Jelas beda… Jkt lebih maju dr solo. Jika sistem di solo diterapkan di jkt tentu jkt akan mengalami kemunduran, bukan kemajuan.

  2. Yang lebih maju itu bantaeng bukan solo, coba anda pergi satu kali….. saja ke sulsel dan cari nama bantaeng, pasti anda akan berkata wowowowowoowow…..????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s