The Professional : Penjual Lotek

Baru-baru ini saya menyaksikan acara seri Jepang berjudul The Professional, acara seri singkat kurang lebih 1 jam ini menceritakan tentang satu bidang pekerjaan tiap serinya. Diceritakan mengenai keseharian pekerjaan tersebut, seperti dokter, pattisier, scientist, polisi dan lain-lain, yah semacam kisah sukses gitu. Hikmah yang dapat diambil dari pekerjaan ini adalah, mereka dapat menikmati pekerjaanya sehingga hasil yang didapatkan menjadi maksimal.

Tapi tak usah jauh-jauh ke Jepang, di negeri ini pun banyak juga professional, saya ambil contoh ni penjual lotek. Jumat lalu, siang-siang sehabis jumatan, saya dan beberapa teman kos mencari makan siang. Sampailah kami ke tempat penjual aneka makanan sayur2an seperti rujak, lotek, karedok , pencok (ga tau ini apa). Kami memesan 3 porsi lotek beserta nasi.
Sebenarnya, sebelum kami, sudah ada pembeli-pembeli lain yang memesan, sekitar 3-4 orang. Yah paling nunggu 10 menit paling udah jadi. Namun perkiraan saya salah, untuk membuat satu porsi makanan saja, sang penjual mungkin dibutuhkan waktu sampai 5 menit, sebuah waktu yang lama untuk makanan sekelas lotek. Saya perhatikan, proses yang lama adalah pembuatan bumbunya. Mulai dari meracik sambel kacang, ditambah ini itu, dideplok (lupa bhs indonya😀), sampai mencampur sayur2an . Saya pikir mengapa bumbunya tidak langsung jadi saja, disimpan dalam kaleng trus waktu ada pesanan tinggal dicampur sayur2an, seperti model-model penjual kupat tahu.
Setelah porsi untuk kami jadi, saya mencicipi dan ternyata enak, padahal cuma lotek, sayur2an tok (tidak ada unsur2 hewaninya :D). dan saya langsung habis pertama diantara 2 teman saya. Hmm … memang lezat . Saya mulai tahu kenapa sang penjual sengaja meracik bumbu saat pemesanan, yaitu menjaga rasa. Saya teringat, masak pakai gas, minyak atau arang, rasanya akan berbeda. Dengan menyimpan bumbu dalam waktu lama, pasti akan merubah rasa lotek yang akhirnya malah mengecewakan pelanggan. Disini saya lihat ke-professionalitas-an sang penjual dengan menjaga rasa dan kepercayaan pelanggan. Bukan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan menambah kuantitas dan mengurangi kualitas. Lalu mengenai lamanya waktu? , Saya lihat orang-orang yang memesan disini memang sudah pelanggan dan mereka juga menyadari lamanya waktu untuk memesan, jadi lama waktu tidak jadi masalah. Mungkin pembeli baru seperti saya yang harus belajar menyadari hal tersebut.

Yah mungkin kita bisa belajar dari penjual lotek tadi. Hikmah yang dapat dipetik adalah kita harus berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain. Katakanlah bila bekerja, kita bekerja bukan untuk honor atau gaji, tapi niatkanlah untuk memberikan manfaat untuk orang lain, Insya Allah bukan hanya materi namun hasil maksimal dan amal jariyah juga akan kita peroleh (cem khotib jumatan pula awa ini :D)
Ini saya tambahi foto lotek dari google biar menambah suasana lapar

5 thoughts on “The Professional : Penjual Lotek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s