Memories in Salman

Siang ini aq ke salman bareng Hasan karena ada sedikit urusan. MEmang udah lama aq nggak ke salman. Padahal waktu TPB dulu (belum ada setengah tahun) , aq sering menghabiskan waktuku disini, entah itu belajar, membaca, mentoring, mengaji dan sholat tentunya😀 . Tapi entah mungkin kesibukan di akademik atau unit, membuatku jarang kesini.
Sehabis sholat sedikit kuluangkan waktu disini buat belajat Probstat (ga jelas besok kamis jadi ujian ga). SAmbil belajar, kulihat sekeliling banyak kegiatan mentoring, yang tentunya banayak dihadiri anak 2007. Kulihat mereka persis seperti aku dulu, antusias mendengarkan mentoring, yang jelas masih lucu-lucu dan lugu-lugu. Memang mentoring gamais ini sangat efektif, menjalin hubungan kekerabatan dengan 2007, selain dakwah tentunya. YAaah… semoga mereka tetap istiqomah-lah :p. Ga seperti aku yang tambah bejat ini ..haha.

mentoring @ salman
Hmm… pergaulan, mungkin itu salah satu alasanku kenapa aku dulu sering ke Salman (selain makan siang). Dlu waktu pertama kali di ITB, kurasa aku harus menyesuaikan diri dan ga terjerumus ke pergaulan yang salah dan hedon (tau sendiri banyak anak ITB anaknya orang berduit). Jadi selain bergaul dengan alumni-alumni SMA asal, aku sering mampir-mampir ke salman ini, ikutan pengajian dll. Yup, itu mengkin aku satu tahun yang lalu, sekarang aku lebih banyak bergaul sama orang-orang yang teknis, seperti di ARC dan Comlabs ato belajar bareng sama anak-anak sebelum ujian. Rasanya hambar juga sih, tiap hari ngutak-atik server ato bolak-balik buku RE.

Benar juga, mungkin ini namanya Qolbuku sedang haus (weisyeh...). Hmm… mungkin juga sholatku belum benar, tadarus kurang banyak ato kurang ikut pengajian >_<. Pokoknya beberapa jam nongkrong di salman ini “brings back my memories” . Yah kuusahakan sering-sering kesini lagi, kalo bisa sambil bawa mushaf. ^_^

One thought on “Memories in Salman

  1. Wah, sama, Ham! Sama banget ky kmu…Skrg rasanya kesibukanku (sejak masuk jurusan) nggak imbang sama “makanan jiwa”ku. Capek nugas, capek belajar, tapi jiwa terasa hampa…Ga kaya dlu pas masih TPB, sama ky kamu : “…aq sering menghabiskan waktuku disini, entah itu belajar, membaca, mentoring, mengaji dan sholat tentunya…”,sekarang aku jarang ke Salman dan otomatis jarang pula bersentuhan dengan hal-hal spiritual di sana. Hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s