Konektivitas Linux dan Windows via Samba

Kali ini saya mencoba ngoprek aplikasi Samba. Samba ini digunakan untuk file sharing, seperti layaknya FTP, namun menggunakan protokol SMB (Server Message Block). NAh karena saya penasaran apa bedanya dengan FTP dan juga file sharing di Windows maka saya coba ngoprek sedikit.
Pertama, instalasinya saya lewat package, entah samba versi berapa saya rupa (soalnya nih posting dari Windows). Package tersebut saya peroleh dari DVD Debian 4, tidak lupa dalam instalasi saya install juga SWAT (yaitu program bantuan konfigurasi samba berbasis web). Setelah instalasi dan samba akan menjalankan dua daemon, yaitu

# smbd
Daemon yang memberikan layanan berbagi file dan printer dalam sebuah jaringan yang menggunakan protokol SMB. Smbd juga memberikan otentikasi dan otorisasi bagi kliennya.

# nmbd
Daemon yang memanfaatkan Windows Internet Name Service (WINS), dan membantu klien untuk browsing di network neighborhood.

Nah, pastikan 2 daemon itu berjalan dengan memeriksa di inetd.conf, jangan lupa daemon SWAT di port 901 juga harus aktif di file konfigurasi ini.
Setelah itu, buka browser, buka alamat localhost:901 atau 127.0.0.1:901 ,lalu masukkan user dan password root. ITu adalah alamat dari SWAT tempat samba dikonfigurasi.
Dalam sharing samba, ada beberapa hal yang penting dikonfigurasi
1. Kapada siapa, file ini disharing (otentikasi)
Secara umum, ada beberapa level keamanan untuk otentikasi

# Share-level security

Setiap file yang dibagi (share) ke dalam workgroup memiliki password sendiri-sendiri. Hak akses tergantung masing-masing password, dan hanya pemakai yang tahu passwordnya saja yang dapat mengakses file bersangkutan.

# User-level security

Setiap file yang dibagi (share) ke dalam workgroup ditentukan berdasarkan nama pemakai atau group. Jika ada user yang akan mengakses suatu file yang dibagi, maka Samba akan melakukan pencocokan terhadap username dan passwordnya.

# Server-level security

Hampir sama dengan user level security, kecuali bahwa Samba menggunakan SMB server yang berbeda sebelum memberikan hak akses. Misalnya dalam satu domain ada satu mesin Windows NT dan satu mesin Samba, dengan server level security, Samba akan meneruskan verifikasi kepada mesin NT sebelum memberikan otentikasi.

# Domain-level security

Samba menjadi anggota dalam sebuah domain Windows dan menggunakan PDC (Primary Domain Controller) untuk memberikan otentikasi. Setelah satu kali otentikasi, Samba akan memberikan ijin untuk akses terhadap semua direktori/file yang dibagi dengan hak akses sesuai dengan yang telah ditentukan. Dalam arti bahwa Samba tidak harus verifikasi ulang tiap kali pemakai membuka file yang berbeda.

Untuk kemudahan atau tanpa otentikasi, pilih share-level. Letak konfigurasi ini ada di section global, contoh konfigurasinya di smb.conf

[global]

security = share

2. Apa saja yang di-sharing
Setting ini terletak pada tab share pada SWAT, atau kita bisa membuat section tersendiri di smb.conf, mengenai resource apa saja yang akan di-sharing, contoh

[Upload]

comment = Nama folder pada saat digunakan klien

# Buat terlebih dahulu direktori sebagai path dari pilihan berikut

path = /usr/local/share/logon

public = yes

writable = yes

browsable =yes

Nah tinggal di-restart smbd dan nmbd, untuk memastikan bekerja. Berikut skrinsut dari Windows dimana terkonek ke Debian.

Mungkin disini masih sederhana, sekarang saya sedang mencoba untuk mengoprek untuk level domain, karena memang samba mendukung untuk login dengan user dan password kita di Windows. Kemarin saya coba, berhasil namun ketika saya mencoba user dan password baru, otentikasinya selalu gagal, kenapa ya? ada yang bisa bantu?

(sebagian tulisan dikutip dari www.ilmukomputer.com)

3 thoughts on “Konektivitas Linux dan Windows via Samba

  1. keren lah oprekannya. ditunggu oprekan2 yang lain🙂

    dari pengalamanku selama ini, masalah autentikasi di samba memang menyebalkan. mungkin dari akunya sih, yang kurang ngoprek. hahaha.

    o ya. ada satu hal perbedaan cara koneksi yang (aku pikir) signifikan antara protokol ftp dengan SMB, dan ini penting buat troubleshooting. analisis aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s