Serba serbi Lebaran (1) : Makanan

Saat Hari H Lebaran dan hari H++ , biasanya di rumah-rumah sanak saudara menyediakaan aneka panganan untuk disajikan kepada tamu. Dari tahun ke tahun, rupanya saya amati ada kesamman dalam pola menu makanan yang disajikan. Saya membaginya menjadi 2 kategori, makanan kecil dan makanan berat. Tanpa bermaksud mengkufuri dan menghitung-hitung nikmat, saya coba sedikit review

– Makanan kecil,

biasanya disajikan di meja ruang tamu. BIasanya tersedia toples-toples kue kering, nastar, kastengel, pokoknya aneka kue kering mungil. Biasanya minuman yang disajikan adalah air minuman dalam kemasan gelas. Itu tadi merupakan sajian ala lebaran di kota (termasuk keluarga saya), rupanya kami tidak mau repot membuat sajian , tinggal beli sajian yang sudah jadi. Lain halnya sajian lebaran ala desa (tempat leluhur2 saya), Makanan yang disajikan biasanya handmade penyaji sendiri, jadi ketika H– rupanya mereka mengalokasikan waktu khusus untuk membuat sajian. Variasi pangan yang disajikan biasanya makanan tradisional, seperti tape ketan, wajik kletik, jadah, kacang bawang dan lain-lain. Minumannya pun khas orang jawa, yaitu teh super manis dan panas (duh padahal cuaca desa kami panas dan kering). Makanan-makanan kecil tadi rupanya relatif sama antara rumah satu dan tetangga yang lainnya. Kalau dipikir-pikir bosan juga ya, makanannya itu-itu saja….hehe. Ada cerita menarik soal sajian panganan di rumah kami, Lebaran tahun ini, ibu saya menyediakan khusus minuman kemasan buah berwarna-warni yang menarik bagi anak-anak. Rupanya memang anak-anak di kampung tertarik. Jadilah ruang tamu kami ramai oleh anak-anak, bahkan sampai rebutan. Bapak saya sendiri bingung, kok tamunya anak-anak semua, bingung mau membicarakan apa (paling-paling tanya “kamu dah kelas berapa?”) …. haha

– Makanan berat.

satu hal yang pasti ada dan berbeda dari hari lain : DAGING!!!
Memang lebaran momen tuk menyenangkan diri dan para tamu, jadi tak ada salahnya jika memasak daging yang relatif mahal di momen seperti ini. Dari sekian banyak makanan berat yang saya temui di setiap rumah (berarti di setiap rumah makan donk… :p), adalah
1 opor ayam
2 Sambal goreng
3 Lontong
4 Kerupuk Udang
KEtiga kombinasi maknyuss itu pasti menghadiri meja makan. Saya sendiri akhir-akhir ini sudah mabuk opor, sampai-sampai pernah saya memilih sayur pecel daripada opor ayam (hal yang tak mungkin saya lakukan di bandung).

Yah Alhamdulillah masih diberi nikmat ini. Semoga. penyaji makanan diberi balasan atas keramahan dan ketulusan menjalin silaturahmi.

4 thoughts on “Serba serbi Lebaran (1) : Makanan

  1. @Disyukuri ham..aku sud…blablabla
    hehe… ternyata wordpress tidak memberi batasan normal pada tipe string nama

    @Inas Luthfi
    masih mending… untung nggak salah keisi form konten blog😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s