Moodle dan Kuliah PTI

11 12 2008

Semester ini ada perkuliahan baru bagi mahasiswa tingkat pertama TPB, yaitu KU1073, Pengenalan Teknologi Informasi. Nah, kuliah ini punya beberapa tingkatan, PTI A untuk mahasiswa sakti macam EL dan IF, PTI B untuk level medium untuk mahasiswa FITB dan FTSL, dan PTI C untuk mahasiswa cupu macam SF, FTI dan SITH :D . Nggak ding, pembagiannya berdasarkan kebutuhan materi akan teknologi informasi.

Kuliah ini ada praktikumnya, asisten PTI A ditangani langsung oleh mahasiswa IF dan asisten PTI B-C diserahkan open rekrutmen asisten dan asisten Comlabs. Kebetulan saya kebagian getah membuat website e-learning http://kuliah-pti.comlabs.itb.ac.id/ , untuk PTI B-C, menggunakan moodle. Niatan saya sih habis webnya jadi, jalan trus ditinggal kabur :D . Tapi kok ada rasa ngganjel untuk mengamatinya secara langsung di lapangan, masuklah saya jadi asisten PTI. Setelah dihitung jadwal kosong dan wetonnya, saya kebagian jadwal anak SF Internasional dan SITH. Harusnya sih ngasistenin pake bahasa Inggris, tapi karena kemampuan English pas-pasan, saya main tabrak aja campuran English + Indonesia + logat jawa + bahasa isyarat , haha…

Web moodle yang dipakai ini punya banyak fitur, kasih tugas, upload file, forum, kuis banyaklah. Sejauh ini belum banyak dieksplorasi di perkuliahan ini, paling-paling cuma untuk upload tugas. Oya, di ITB sendiri juga menggunakan moodle di web http://kuliah.itb.ac.id/ dan beberapa jurusan seperti FT dan IF juga menggunakan CMS ini. Selain media web, e-learning juga diimplementasikan lewat milis. Salah satu perkuliahan saya Sistem Mikroprosesor kelas Pak Waskita, membuat satu milis untuk siswa di kelasnya (maaf pak, saya ga pernah posting, bingung sih mo posting apa :D ). . Namun fasilitas-fasilitas diatas belum terpakai sepenuhya, kurang malah. Hanya beberapa dosen yang memanfaatkan fasilitas itu, beberapa perkuliahan bahkan tampak mati suri. Kalau dibandingkan dengan punyanya tetangga masih kalah jauh aktivitas dan kontennya.

Yah namanya juga teknologi, tentu akan tidak berguna jika tidak diikuti budaya dari pengguna teknologi. Satu contoh, email, satu fasilitas yang penting dan wajib bagi mahasiswa. Setiap mahasiswa pasti punya satu akun email, lebih dari satu malah. Tapi seberapa sering inboxnya dibuka? seberapa sering berkirim email? . Kalau ada pengumuman, media yang paling efektif tentu email, beruntung jurusan saya punya milis khusus civitas yang kebanyakan isinya pengumuman . Pernah ada teman mengeluh, sekali buka inbox pasti penuh ato belum tahu pengumuman karena belum ikut milis… pliss deh >.<. Yah setidaknya cek email sehari sekali, luangkan uang untuk ke warnet setiap hari. Saya waktu semester 1 TPB saja bela-belain ke curi ngenet di LAb IF ato ke warnet jam 2 pagi, masa situ lemah kali (Lhah kok saya jadi marah-marah sih hehe)

Koreksi nilai lewat moodle

Koreksi nilai lewat moodle


Akhirnya, praktikum PTI ini selesai, dan saya baru saja selesai merekap nilai praktikum. Nah, inilah enaknya moodle, nilai mahasiswa bisa dipantau, dicek, diekspor ke excel. Kalau ada masalah tinggal kirim email (Y komplain nilai juga ga nyampe 5 email). Thanx to Agi, Ulfi, Anggi n Sofi yang telah membantu mengasisteni . Buat adik-adik praktikan, saya minta maaf kalo ada kesalahan dan khilaf.

Waktunya sirius, minggu depan ujian kita….





Konfigurasi squid sebagai proxy server

21 01 2008

Squid adalah program proxy server. Proxy sendiri adalah program untuk melakukan caching terhadap halaman website, sehingga pengaksesan ke halaman website menjadi lebih cepat karena halaman web yang sudah dibuka telah tersimpan di proxy server. Gabungan aplikasi proxy server dan firewall, dapat menjadikanya semacam gateway untuk mengakses halaman website.
Squid yang saya gunakan ini adalah versi 2.6 .Proses instalasi saya lakukan lewat source. Hasilnya sama saja dengan lewat port atau package. Setelah proses instalasi pastikan ada file konfigurasinya squid.conf, biasanya berada di /usr/local/etc/squid/squid.conf dan juga ada user squid dan group squid sebagai user yang menjalankan squid, demi keamanan sistem.
Read the rest of this entry »





Bagaimana proses pengiriman email?

10 12 2007

Proses pengiriman email terdiri dari beberapa komponen. PErtama adalah user, MUA (Mail USer Agent), MTA (Mail Transfer Agent) dan MDA (Mail Delivery Agent). MAil server adalah komponen di dalam MTA dan MDA (POP server) ini. MUA biasanya adalah program compose email, seperti Outlook, Eudora, Netscape dan sebagainya
Misalnya email hamka@arc.itb.ac.id ingin mengirim email ke muhammad.hamka@comlabs.itb.ac.id. Pertama-tama, email dibuat di program MUA semisal Outlook atau Netscape, bisa juga dengan web interface yang disediakan mail server. Lalu mail server arc.itb.ac.id ini akan memproses pesan ini. Misalkan di email ada beberapa field yang kurang lengkap maka akan dilengkapi oleh program dari mail server tersebut. Lalu email tersebut akan “diantrikan” dalam queue list.
Setelah pada giliran email ini akan dikirim, mail server akan melookup MX record dari comlabs.itb.ac.id, untuk mengetahui mail server yang bertanggung jawab atas pengiriman email di comlabs.itb.ac.id. Setelah itu pesan dikirim lewat protokol SMTP ke mail server ini. Mail server comlabs mengetahui bahwa email itu untuk dirinya. Dengan mengetahui nama alias muhammad.hamka , pesan dikirim secara lokal ke mailboxnya sendiri.





Prinsip kerja DNS

29 11 2007

Pengalamatan di internet menggunakan IP Address x.x.x.x. Tentu saja dengan pengalamatan seperti ini akan menghasilkan kurang lebih 4 milyar alamat IP yang unik. Bagi manusia, tentu saja menghafalkan alamat IP sebanyak itu dengan representasi angka akan menyulitkan. Kita lebih mudah menghafalkan alamat dengan representasi huruf. UNtuk itu diperlukan resolver dari nama ke alamat IP
Dulu ketika awal internet belum banyak, penamaan dilakukan dengan menggunakan sistem file HOST.TXT. File HOST.TXT berisi translasi dari alamat nama ke nomor IP. SIstem ini dibuat dengan terus mengupdate file HOST.TXT. File ini diupdate terpusat di Stanford Research Institute Network INformation Center (SRI-NIC). Selanjuta file ini didownload mandiri oleh masing-masing resolver. Namun sistem ini memiliki kelemahan, dikarenakan berkembangnya jaringan internet, mkaa traffic untukmendownload file ini juga semakin tinggi. Juga ada kemungkinan terjadinya pemakaian 2 alamat/ lebih yang sama.
Maka dibuatlah sistem penamaan yang baru, yang disebut Domain Name System (DNS). Sistem ini mempunyai domain, zone dan pendelegasian.Sistem domain pada DNS hampir sama pada hierarki file system pada sistem UNIX, bedanya keduanya terbalik dalam penulisannnya
Contoh:
Pada UNIX : /etc/named/crontab
Pada DNS : crontab.named.etc (Bukan contoh domain sebenarnya ^_^)

Prinsip kerja DNS
Prinsip kerja DNS adalah dengan pendelegasian setiap name server. Setiap name server mengikuti hierarki penamaan DNS tersebut.
Misalnya, untuk alamat station.arc.itb.ac.id , kurang lebih langkah yang dilakukan adalah seperti ini,
Diperlukan nameserver, untuk root server, top level domain (.id), name server academic (.ac.id), name server itb(.itb.ac.id) dan name server arc (.arc.itb.ac.id). Untuk menemukan alamat IP dari station.arc.itb.ac.id ,
1. Pertama-tama komputer client akan menanyakan pada local name servernya.
2. Pada local name server akan menanyakan station.arc.itb.ac.id pada root server, biasanya tipe alamat server ini sudah diketahui name server. KArena alamatnya memang cenderung sudah fixed, maka disebut tipe hint (cache). Pada instalasi program name sever biasanya langsung didapatkan data root server ini (kalau tidak salah ada 13 root server di dunia).
3. Root server akan menjawab bahwa, domain .id sudah ia delegasikan pada name server .id
4. Local name server akan menanyakan pada name server .id,
5. name server .id manjawab, bahwa domain .ac.id, sudah ia delegasikan pada name server academic .ac.id
6. Local name server menanyakan pada name server academic .ac.id
7. Name server academic .ac.id, menjawab, bahwa domain .itb.ac.id sudah ia delagasikan pada name server itb .itb.ac.id
6. Local name server menanyakan pada name server itb .itb.ac.id
7. Name server academic .ac.id, menjawab, bahwa domain arc.itb.ac.id sudah ia delegasikan pada name server arc .arc.itb.ac.id
6. Local name server menanyakan pada name server arc .arc.itb.ac.id
7. Name server .arc.itb.ac.id melookup databasenya, dan ternyata station.arc.itb.ac.id memang berada pada zonenya dan dalam database zone
8. Name server ARC, .arc.itb.ac.id, menjawab ke local domain name server berupa alamat station.arc.itb.ac.id, selanjutnya local name sever meneruskan jawaban ke komputer client
9. Akhirnya komputer client mengetahui alamat IP station.arc.itb.ac.id, sehingga ia dapat memulai koneksi TCP/IP le station.arc.itb.ac.id

Dengan sistem seperti ini, walaupun mata rantai lebih panjag, tapi dengan DNS, sistem penambahan nama menjadi lebih teratur. d





Setting Network Interface di Linux dan BSD

23 11 2007

Internet adalah ujung tombak dari kekuatan sistem di UNIX. Oleh karena itu pemahaman jaringan di UNIX adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Pada tutorial kali ini saya akan menjelaskan bagaimana kita mengkonfigurasi di Linux (Ubuntu) dan di FreeBSD

Read the rest of this entry »





Instalasi CMS WordPress di Webserver

23 11 2007

Diantara CMS yang tersebar di internet, ada satu CMS yang populer karena keeleganannya, yaitu wordpress. WordPress yang identik dengan blog ini memiliki tampilan yang elegan dan tidak “neko-neko“. Bagaimana tidak situs formal seperti situs kampus www.itb.ac.id dan program studi di jurusan saya memakai CMS serta template berlogo W ini.

Read the rest of this entry »





Konektivitas Linux dan Windows via Samba

22 10 2007

Kali ini saya mencoba ngoprek aplikasi Samba. Samba ini digunakan untuk file sharing, seperti layaknya FTP, namun menggunakan protokol SMB (Server Message Block). NAh karena saya penasaran apa bedanya dengan FTP dan juga file sharing di Windows maka saya coba ngoprek sedikit.
Pertama, instalasinya saya lewat package, entah samba versi berapa saya rupa (soalnya nih posting dari Windows). Package tersebut saya peroleh dari DVD Debian 4, tidak lupa dalam instalasi saya install juga SWAT (yaitu program bantuan konfigurasi samba berbasis web). Setelah instalasi dan samba akan menjalankan dua daemon, yaitu

# smbd
Daemon yang memberikan layanan berbagi file dan printer dalam sebuah jaringan yang menggunakan protokol SMB. Smbd juga memberikan otentikasi dan otorisasi bagi kliennya.

# nmbd
Daemon yang memanfaatkan Windows Internet Name Service (WINS), dan membantu klien untuk browsing di network neighborhood.

Read the rest of this entry »





Pilihanku : DEBIAN!!!

5 10 2007

Dari sekian banyak distro Linux yang saya coba, akhirnya saya menetapkan pilihanku pada Debian. Debian menurutku tak ada bedanya dengan Ubuntu, Fedora, Mandriva atau distro lainnya. Bahkan dari segi performa malah lebih berat, tak tahu kenapa mungkin nanti saya cari tahu. Driver juga tak masalah, suara dan grafik mulus. Lho, lalu kenapa Debian? Jawabannya mungkin ada di kepingan DVD Debian ini. Yap, beberapa waktu lalu saya mendownload DVD 1 Debian dari ftp.itb.ac.id , setelah coba-coba menginstall di komputer kos-an dengan instalasi minimal , tapi tetap dengan GNOME lho… . TAk ada yang spesial, lalu saya buka SYnaptic PAckage MAnager untuk menambah software, inilah intinya. SAya sangat girang ketika melihat isi package software dalam DVD , sangat komplit!!!! . Banyak sekali software yang saya butuhkan ada disini (aplikasi-aplikasi server). PAdahal itu baru DVD 1, masih ada ISO DVD 2 dan 3 di server FTP itb tadi. wuihhh…..
Kenapa saya tergila-gila dengan lengkapnya software?? . Sebelumnya, saya sudah menginstall berbagai distro Linux, ubuntu, fedora, PC Linux OS, dan MAndriva. Tapi tidak ada satupun dari distro tadi yang menawarkan bundel software dalam kepingan CD / DVD. KEsemuanya memanfaatkan software repository di internet, padahal ini komputer rumah lho, offline lagi. Jadi Debian ini merupakan solusi sementara…..


Sementara ini, software yang saya coba dalam debian ini adalah Samba server, yup untuk sekedar konektivitas komputer ke laptop saya (tetap ubuntu). Itupun cuma coba-coba, saya belum membaca file konfigurasinya (smb.conf). Saya hanya mengutak-atik konfigurasi lewat SWAT (konfigurasi samba berbasiskan web). Ngantuk juga pas lihat konfigurasinya…. besok aja ah dipelajari :)





Command Line Interface (CLI) PAda UNIX

4 10 2007

Banyak pakar UNIX yang mengatakan “Jangan bilang pengguna UNIX kalau hanya bisa GUI”. Yah, memang benar demikian, karena sebenarnya GUI UNIX seperti X Windows, muncul akhir-akhir ini, jauh setelah UNIX khususnya Linux populer. BAhkan ada beberapa pengguna UNIX yang tetap tidak mau berganti ke GUI, karena sebagian berpendapat GUI hanya bentuk penipuan, tanpa mengetahui prosesnya, haha….. whatever lah, tapi saya tetap menyukai GUI karena lebih simpel dan kita hanya butuh sedikit interpretasi. KArena, menurut saya komputer memang diciptakan untuk memudahkan manusia berpikir, jadi sah-sah saja kalo GUI memang penting :)
Namun, karena Linux merupakan Open Source dan dibangun dari banyak pengembang, maka tak sulit kita menemukan perbedaan dalam menjalankan GUInya. CAra yang paling aman dan terstandarisasi yaitu lewat Command Line Interface, atau BAris perintah (seperti DOS pada WIndows). Api dalam melakukan administrasi, kebanyakan komputer UNIX mengandalkan text based, seperti telnet, ssh dan beberapa tool daemon juga menyediakan CLI . Jadi sekali lagi CLI ini penting.Kalau saya sih lebih suka jalankan GUI lalu jalankan terminal… haha.

Berikut ini list beberapa perintah standar shell yang saya ketahui dan fungsinya. T

Read the rest of this entry »





Instalasi software lewat source

30 09 2007

Akhir-akhir ini, saya lagi seneng ngoprek Linux (baca ubuntu). Dari dulu saya hanya penguna linux untuk level user. Sekarang ini saya berniat untuk menguasai Linux dan UNIX secara keseluruhan, karena sebagian besar arsitektur server dibangun UNIX

Kali ini, saya baru belajar menginstall aplikasi via source. Soalnya sudah sering saya menginstall aplikasi melalui package,dan memang menyenangkan. Tapisetelah saya sadari, selama ini bayk sekali aplikasi UNIX yang disimpan dalam bentuk source dan didownload secara cuma-cuma. Jadi mau tidak mau saya harus belajar.

INstalasi source sebenarnya mudah, dalam kasus ini saya mencoba menginstall proftpd (software untuk FTP server).

1. ekstrak file tar.gz proftpd  , ketik tar -xzvf [nama file tar.gz]

2. Masuk ke folder hasil ekstraksi

- ketik ./configure;make;make install

Jika beruntung, maka hasil aplikasi tersebut dapat terinstall. Namun pada kasus saya, setelah selesai dikonfigurasi (./configure), hasil konfigureasi tidak mau di-make. Setelah saya periksa,ternyata terdapat modul autoconfig yang belum diinstall. Akhirnya saya install modul tersebut di repositori(kali ini ga pake source.. hehe, biar cepet). Hasilnya proftpd siap dijalankan

Jadi pada intinya, instalasi lewat source tidak selamanya langsung berhasil, terkadang kita membutuhkan modul-modul dependency-nya. OS-nya si programmer kan belum tentu dengan OS milik kita kan… Sekian dulu, mo ngoprek yang lain.. :)