Kemarin, Sabtu-Senin saya pulang ke Solo. Kepulangan singkat ini, dalam rangka kesripahan kakek saya meninggal dunia (Innalillahi wa inna ilaihi roji’un).
Selama berada di Solo, selain berkumpul dengan sanak saudara dan takziah di tempat nenek, saya juga sempat berjalan-jalan di Solo, untuk mbenerin Mio di bengkel, mbayar SPP di BNI dan komplain koneksi HP di Indosat
.
Di tengah perjalanan, melewati Pasar Klewer (Pasar di Solo yang terkenal akan dagang pakaian), saya mencium aroma thengkleng yang maknyuss. Akhirnya karena belum sarapan dan makan siang, saya parkirkan motor di Masjid Agung. LAngsung saya cari, dimana aroma thengkleng itu berasal. Memang seingat saya, thengkleng klewer ini pernah direview sama Bondan WInarno. Sebagai orang Solo yang sudah puluhan tahun, seharusnya saya tahu thengkleng ini dari dulu (hihi.. jadi malu).
Akhirnya saya pesan satu porsi (satu porsinya IDR 10.000). Nasi putih lengkap dengan potongan kambing yang dimutilasi tulang iga, sate kuping-lidah, dan beberapa potongan kepala kambing, diguyur kuah gulai bening dan dipincuk daun pisang. Wuuih sedep sekali… SAya sendiri tidak puas dengan satu porsi saja. Maklum saya lagi kalap, akhirnya pesan 1 porsi lagi dan satu gelas es kelapa muda. Maknyusss saudara…
Total makan siang hari itu (2 x IDR 10.000) + IDR 2000 = IDR 22.000 , agak boros memang, tapi puasss….
NB: ga ada skrinsyutnya euy, lain kali beli HP yang ada tombol kameranya
.
Ini gambar versi mangkoknya

Baru aja komentar...