Dialog absurd dan ringan @NgupingJakarta

8 11 2008
Ini blog benar-benar membuat saya ngakak. Penghilang stress-lah pokoknya. SIlahkan buka NgupingJakarta . Isinya berupa dialog singkat dan absurd yang didengar pelaku lalu dikirim ke nguping.jakarta@gmail.com . Blog ini memang adaptasi dari Overheard in New York. Berikut cuplikannya,
Teman #1: “Wah.. Hotel ini keren juga, hotel apaan sih, baru yah…?”
Teman #2: “Iya… Keren bo…”
Ketika melewati pintu masuk hotel
Teman #1: “Eh bo… Ini namanya HOTEL ENTRANCE.”

Teman #2: “Oohh… Hotel entrance, baru pasti, gua baru liat, keren juga nih hotel entrance…”

Didengar oleh teman #3 yang ingin mencopot papan petunjuk itu dan menjejalkannya ke mulut mereka.

WKwkwkwk…. dodol pisan..

Mas-mas: (nyolek kenek) “Bang, bagi apinya dong…”
Kenek: “Emangnya gue naga…”

Metromini 640, didengar oleh penumpang yang ingin loncat turun.

:lol:





Thengkleng Klewer Solo

5 08 2008

Kemarin, Sabtu-Senin saya pulang ke Solo. Kepulangan singkat ini, dalam rangka kesripahan kakek saya meninggal dunia (Innalillahi wa inna ilaihi roji’un).

Selama berada di Solo, selain berkumpul dengan sanak saudara dan takziah di tempat nenek, saya juga sempat berjalan-jalan di Solo, untuk mbenerin Mio di bengkel, mbayar SPP di BNI dan komplain koneksi HP di Indosat :D .

Di tengah perjalanan, melewati Pasar Klewer (Pasar di Solo yang terkenal akan dagang pakaian), saya mencium aroma thengkleng yang maknyuss. Akhirnya karena belum sarapan dan makan siang, saya parkirkan motor di Masjid Agung. LAngsung saya cari, dimana aroma thengkleng itu berasal. Memang seingat saya, thengkleng klewer ini pernah direview sama Bondan WInarno. Sebagai orang Solo yang sudah puluhan tahun, seharusnya saya tahu thengkleng ini dari dulu (hihi.. jadi malu).

Akhirnya saya pesan satu porsi (satu porsinya IDR 10.000). Nasi putih lengkap dengan potongan kambing yang dimutilasi tulang iga, sate kuping-lidah, dan beberapa potongan kepala kambing, diguyur kuah  gulai bening dan dipincuk daun pisang. Wuuih sedep sekali… SAya sendiri tidak puas dengan satu porsi saja. Maklum saya lagi kalap, akhirnya pesan 1 porsi lagi dan satu gelas es kelapa muda. Maknyusss saudara…

Total makan siang hari itu (2 x IDR 10.000) + IDR 2000 = IDR 22.000 , agak boros memang, tapi puasss…. :D

NB: ga ada skrinsyutnya euy, lain kali beli HP yang ada tombol kameranya :D .

Ini gambar versi mangkoknya





Buku Detektif karangan Wolfgang Ecke

9 05 2008

Buku detektif ini sebenarnya sudah lama, cetakan bahasa Indonesia tahun 1986 dan pengarangnya sendiripun sudah meninggal. Saya sendiri mendapatkan buku ini dari kolektor buku bekas di Internet. Situsnya disini (thx to Mbak Devi). Buku detektif ini, masing-masing mempunyai 20 cerita pendek atau kasus, dimana di setiap akhir kasus terdapat pertanyaan mengenai kesalahan sang pelaku yang membuktikan bahwa dialah sang tersangka. Disini pembaca diajak untuk ikut berpikir dalam menyelesaikan suatu kasus, jawaban pertanyaan tersebut terdapat di bagian akhir buku. Tidak seperti cerita Detektif Conan atau Kindaichi, cerita di buku ini lebih simpel, tapi jangan salah, untuk menyelesaikannya dibutuhkan logika dan kecermatan yang tinggi.

Saya sarankan untuk membaca buku ini didampingi dengan internet. Karena untuk menyelesaikan beberapa kasus yang sulit (level bintang tiga), dibutuhkan wawasan yang luas. Sebagai contoh, saya membutuhkan peta Jerman untuk membuktikan kata-kata pelaku mengenai tempat tinggalnya. Yup, suasana daratan eropa zaman 70an sangat kental di buku ini, karena pengarangnya sendiri berasal dari Jerman


Saya sendiri tertarik pada buku ini ketika dulu semasa SMA pernah membaca salah satu seri buku ini, berjudul Saat Maling Main Catur , sekarang sudah hilang sepertinya dipinjam teman. Selanjutnya saya memesan seri yang lain di internet, antara lain judulnya, Pianika embuka RAhasia, Misteri si Baju Hitam dan Puri Gorila Merah. Biaya pesan dan kirimnya tidak sampai 40.000 rupiah . Pengen saya koleksi buku-buku seperti ni. Ada yang punya? . Mungkin saya malah pengen menulis cerita-cerita misteri semacam ini.