Kelakuan preman aparat di Samsat

11 09 2008

Kemarin saya pergi ke kantor Samsat Pajajaran Bandung. Keperluannya untuk meminta cek fisik bantuan dan cap pengesahan bukti cek. CEritanya motor saya sudah expired STNK-nya, jadi harus diperpanjang, Nah karena plat nomor Solo, maka pembayaran pajak harus dilakukan di SOlo. Sementara, motornya di Bandung, jadi cek fisiknya disini.
Dari awal saya pergi ke samsat, saya sudah yakin pasti banyak calo. Benar saja, ketika sampai disana, beberapa orang menawari jasanya pada saya (“Perpanjangan a’?). Sebenarnya memakai jasa calo sah-sah saja sih, namanya juga jasa pasti ada imbalannya. Saya tetap mengurus sendiri. Lagipula di samsat tersebut ada spanduk yang intinya jangan memakai jasa calo

Di loket cek fisik, sudah ada plang tulisan besar “TIDAK DIPUNGUT BAYARAN”. Namun yang membuat saya kesal adalah kelakuan aparatnya sendiri. Pertama ketika saya minta bantuan cek fisik ke seorang petugas cek fisik, ia meminta bayaran Rp. 10.000 . Saya nggak terima “Lho, katanya ga dipungut bayaran?” . Dia menjawab nggak jelas, “Itu kalo di loket cek fisik a’blabla… . Yang namanya cek fisik kan ya di lapangan kan??, lagipula dia itu petugas cek yang mestinya udah digaji .OK-lah, saya beri uang, sebagai pengganti uang lelah dan saat itu hari hujan, walaupun saya sudah kesal.

KEkesalan yang kedua, Saat di loket cek fisik, disitu ada 1 petugas (karena memakai seragam dinas) dan 2 orang lain (saya kira ini pasti calo). Saya minta untuk cap pengesahan bukti cek fisik. Orang yang saya kira calo ini, menawarkan untuk mengurusi ke kantor sebelah blablabla… Saya tak pedulikan, lha wong saya cuma minta cap saja. Akhirnya formulir saya diisikan oleh seorang calo di tempat itu juga, petugas pemberi capnya lagi sholat katanya. Tapi kata calo tadi ada biaya tambahannya. Yang benar saja, saya bersikeras karena sudah jelas tidak dipungut bayaran. Akhirnya petugas yang asli datang, syukurlah pikir saya. Saya dipanggil, disuruh menyerahkan KTP, lalu ia mengambil pamflet prosedur perpanjangan STNK. Seperti sudah fasih, ia menunjukkan kalau STNK yang bukan miliknya (memang STNK saya atas nama ibu saya) diharuskan memakai surat kuasa dan bermaterai. Sesaat, saya pikir mungkin benar harus pakai surak kuasa dan bayar materai. Saya berargumen, kalau saya datang cuma untuk cek fisik dan ngurusnya tetap di kota asal. Lagipula, kalau pakai surat kuasa bukan urusan petugas cek fisik. Akhirnya petugas tadi memberikan cap. Berarti secara eksplisit, dia sebenarnya menyatakan, kalau yang diutarakannya tadi hanya bohong belaka.
Huh, mungkin ada ratusan orang lain  seperti saya. Coba bayangkan misal ada 100 motor yang diurus tiap hari dan tiap-tiap orang dimintai Rp. 10.000 . Jadi dalam sehari Rp 10.000 x 100 = satu juta. Sebulan 30 Juta!!

Kekesalan saya terhadap oknum petugas negara ini antara lain,
1. Gajinya dibayar rakyat namun Berbohong pada rakyat
2. Sholat di jam kerja (jam 14.00), memang sholat adalah kewajiban . Tapi kantor pemerintah sebesar samsat pasti punya jam makan dan sholat. Jam 12.00 – 13.00 saya kira
3. Kongkalikong dengan calo
4. Berperilaku seperti preman dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat
5. Tega-teganya melakukan hal-hal diatas di bulan suci Ramadhan

Nama oknum petugas pemberi cap tadi: Bripka Soeroso . Tanpa bermaksud mencemarkan nama baik, semoga Allah memberikan petunjuk agar beliau bertobat dari rezeki yang haram.
Kalau ingin cek fisik coba cek fisik mesin saja sendiri, minta formulir dan cari Nomor Rangka dan MEsin sendiri. Sebenarnya ada petugas khusus, tapi biasanya menarik bayaran.





Sawahku yang Hilang

31 07 2008

Minggu ini saya jalan-jalan ke daerah Bandung Selatan. Tidak seperti Bandung Utara, rata-rata Bandung Selatan jarang pepohonan dan panas banyak debu. Rencana awal sih, pengen jalan-jalan ke Pengalengan, tapi karena tak tahu jalan :D , baru sampai sampai Bale endah saya balik lagi. Sepanjang jalan dari Dayeuhkolot, jujur saja, pemandangannya “tidak indah” (untuk urang bandung no offense). Selain panas, banyak debu, di got-got juga banyak sampah, terang saja kawasan ini jadi langganan banjir. Belum lagi jalanan yang sempit, angkot ngetem, dan kotoran kuda, mungkin ini yang menjadikan saya malas jalan-jalan di sekitar Bandung. Kalau saya lihat, kawasan Dayeuhkolot ini dulu sebenarnya merupakan areal persawahan. Seiring berjalannya waktu, mungkin banyak dibangun rumah dan pabrik di sekitarnya. Sedih juga melihat lahan-lahan produktif ini menjadi pemukiman. Selain menggerus lahan produktif, juga menjadi penyebab banjir.  Pernah saya naik kereta api, di tengah perjalanan terjadi banjir di areal persawahan, rasanya kereta api seperti melintasi laut saja.
Sebelumnya saya jalan-jalan di di daerah Cimahi, lalu menyusuri Jalan Soekarno-Hatta. Saya membayangkan juga di jalan lingkar ini sebelumnya di kanan-kirinya sawah. Sekarang, sawah beberapa petak yang bisa saya temukan hanya ada di perempatan terusan Buah Batu.
Tidak usah jauh-jauh, dari kampus ITB, sawah mana yang terdekat? . Baru-baru ini saya menemukan ternyata ada sepetak sawah 500 meter ke utara simpang Dago, waktu saya sedang main ke asrama republika. Lalu ada juga di Cisitu, ada beberapa petak sawah. Bahkan ada saluran air, yang saya duga dulunya ini merupakan saluran air irigasi. Lalu tahukah anda Gedung Olahraga Cisitu?, tempat main bulutangkis, saya berani bertaruh dulunya ini merupakan Gudang atau tempat penggilingan beras. Cisitu, dulunya penghasil beras, kini jadi kos-kosan mahasiswa kampus gajah =p .
KEmudian lihatlah bukit dago pakar, sudah ada satu bangunan pencakar langit menjulang tinggi. Pasti dalam waktu dekat bukit asri ini bakal ramai dan gundul, imbasnya bukit ini tak lagi mampu menyimpan persediaan air. Teman saya yang tinggal di daerah sanapun mengeluh sulitnya mendapatkan air lewat sumur bor.


LAlu di tempat kosan saya, di Gegerkalong, dulu menurut sepupu saya saya, tahun  80an akhir. Kawasan di jalan gerlong kanan kirinya sawah. Kini, tak sepetakpun saya temukan. Rasanya menyenangkan kalau saya balik ke Solo, naik motor, di kiri kanan masih persawahan.
Memang pembangunan serta pertumbuhan penduduk yang cepat mengakibatkan lahan pertanian tergerus. Namun haruskah menggusur area pertanian? apalagi yang produktif. Lama-kalamaan negeri ini akan menjadi negeri pengimpor bahan pangan.
Menurut saya, hanya ada dua tipe negara yang dapat bertahan sampai akhir dunia. Pertama, negara penghasil pangan, walaupun miskin, yang penting kebutuhan pokok jalan terus. Kedua, negeri penghasil energi, yang ini memanfaatkan energinnya untuk menjadi kuat dan mencaplok negara lain.
Bagaimana menurut anda?

Thanks, Ibu Rizkita atas kuliah Pengetahuan Lingkungan. Saya jadi lebih peduli lingkungan :D





Pilkada Jateng, untuk Jateng-ku

24 06 2008

Hari minggu kemarin adalah hari pilkada Jateng. Kebetulan saat itu, saya sedang berada di Solo, jadi saya bisa ikut memilih. Pilkada ini merupakan partisipasi saya yang pertama dalam ajang demokrasi. Namun sayangnya, pilkada ini saya tidak mempunyai calon yang dijagokan, mungkin karena lama tidak berada di Jateng, sehingga sulit melihat visi-misi calon gubernur. Sebelumnya ada acara debat 5 calon gubernur di stasiun TV swasta. Tapi saya kecewa, ternyata di antara calon-calon tersebut belum menarik pilihan saya, karena dilihat dari visi-misinya yang masih abstrak dan pengetahuan umum masih rendah (huh…bagaimana nanti pas membuat kebijakan). Semoga itu cuma subyektifitas saya saja.
Jadilah hari minggu kemarin saya masih bingung memilih, dan akhirnya pilihan saya jatuh kepada….. (Ooops..Ingat asas LUBER). Akhirnya hampir dapat dipastikan, salah satu calon dari partai banteng-lah yang akan memenangkan pilkada. Selamat, semoga dapat menjadikan Jateng yang lebih baik.
Gubernur, merupakan posisi yang penting. Namun menurut saya, kontribusi Gubernur, khususnya propinsi dengan wilayah geografis luas, masih sangat minim. Kecuali propinsi-propinsi khusus, seperti DKI, Yogya, dan Aceh, kebijakan-kebijakan yang dibuat Gubernur serasa abstrak, serasa angin lalu bagi rakyatnya. Popularitas Gubernur kalah dengan walikota/bupati, begitu juga ke-”non-pupularitas”nya. Kecuali masalah korupsi, lihatlah berapa banyak demo ke Gubernur dibanding demo ke Walikotanya. Begitu juga, dengan DPRD Tingkat 1 dibanding DPRD tingkat 2. Kalau diurutkan pembuat kebijakan dari yang terpopuler adalah , 1. Presiden , 2.Walikota/bupati , 3.Gubernur  ,4.Camat dst… Memang dengan adanya otonomi daerah, Pemerintah Tingkat I hanya membuat kebijakan, selanjutnya pemerintah-pemerintah daerah yang melaksanakan. Oleh karena itu, harus berhati-hati dan efektif dalam membuat kebijakan. Menurut saya, ada 5 isu penting bagi Gubernur Jateng bila ingin kebijakannya dianggap efektif, populer dan memihak rakyat, yaitu pertanian, UKM, transportasi ,pendidikan dan korupsi.

Pertanian adalah hal yang tak bisa ditawar lagi, mengingat sebagian besar penduduk Jateng adalah petani, jadi buat kebijakan yang melindungi petani, mengendalikan panen dan harga. Mungkin Jateng boleh dibilang propinsi yang punya penduduk miskin terbanyak di Indonesia dan kebanyakan itu adalah petani. Merupakan tantangan bagi gubernur jateng untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Terlebih Jateng adalah penyuplai komoditi pangan beras – sangat berpengaruh bagi ketahanan pangan nasional.
UKM, pernah saya baca sebuah artikel bahwa penyerap lapangan kerja dan pilar ketahanan ekonomi bnasional, bukanlah perusahaan2 raksasa multinasional, namun adalah UKM-UKM yang jumlahnya jutaan. MErupakan tanggung jwab bagi Gubernur Jateng untuk memajukan UKM ini, di JAteng ini kebanyakan di bidang kerajinan, mebel, dan olah pangan. Bantuan modal dan pinjaman serta melindungi pangsa pasar, adalah hal yang paling mereka butuhkan.
Transportasi, Menurut saya, diantara propinsi lain, Jateng memiliki infrastruktur transportasi terbaik di Indonesia. Dipunggawai 2 jalan utama, Jalur Pantura dan Jalur selatan, dan diantaranya terdapat banyak jalur alternatif dan jalan desa. Ditambah pola pembangunan jalannya, yang  terkotak-kotak (There are more than a way, if you go to one place). Di tiap kota (bahkan kota kabupaten) hampir ada jalan Ring Road/By Pass. Tantangannya adalah, bagaimana membatasi penggunaan kendaraan pribadi, membagun sarana transportasi umum-massal dan membangun lagi infrastruktur transportasi. Di JAteng cuma ada 2 ruas Jalan tol, yang kalau dijumlahkan tidak lebih dari 50KM.
PEndidikan, merupakan isu yang dilontarkan ke pemerintah pusat maupun propinsi. Bagaimana  menyediakan pendidikan yang tidak hanya murah?(Kuantitas) namun juga efektif (kualitas). Saya setuju solusi subsidi silang adalah yang terbaik untuk menyediakan pendidikan murah bagi banyak orang, daripada mengobok-obok APBD yang minim. Percayalah pendidikan memang mahal dan kita memang miskin, guru2 juga butuh dibayar bung. Secara kualitas, harusnya pendidikan banyak diarahkan untuk menjadikan manusia yang siap pakai sesuai situasi di Jateng, seperti SMK pertanian, ekonomi, pariwisata, kerajinan(keknya belum ada ya???), STM Otomotif, elektro, mesin (Cocok bagi lulusan untuk membuka usaha sendiri). Tidak melulu SMA, yang pada akhirnya ijazahnya cuma jadi syarat buruh pabrik. (Mungkin kita terjebak paradigma bahwa SMA jauh lebih prospektif daripada SMK)
Terakhir adalah korupsi, Ini adalah masalah yang sangat sulit diatasi, jika masalah korupsi di pemerintah pusat dapat sedikit teratasi dengan adanya KPK, maka di daerah, korupsi berjamaah seringkali tidak terdeteksi, karena memang sudah mengakar rumput sampai ke lurah. MEmperbaiki sistem birokrasi yang berbelit-belit adalah salah satu solusinya. Selanjutnya perketat pengawasan di daerah tingkat II dan dibawahnya. Membentuk badan seperti KPK di level daerah sepertinya ide bagus dan populer, (membayangkan bila ide ini dilontarkan, lalu ada oknum yang berkoar-koar, patut dicurigai oknum ini hehe…)


Demikian, semoga dibaca oleh pak gubernur terpilih, cuma sekedar masukan dari seseorang yang cinta dan bangga akan daerahnya.





Ketika tubuh berperang a.k.a demam

24 05 2008

Dua hari ini saya hanya bisa berbaring di kamar tidur karena sakit. Ya, kamis malam lalu, tubuh saya tiba-tiba demam tinggi disertai sakit kepala. Mungkin karena cuaca yang kurang menentu, masa ujian ato pusing mikirin BBM naik? :D . Tapi alhamdulillah sekarang sudah baikan .

Tapi, apa itu demam? berikut penjelasan singkat dari infoibu

APA ITU DEMAM ATAU PANAS TUBUH?—

Ketika anda merasa tidak enak badan, maka hal pertama kali yang sering anda nilai adalah apakah tubuh anda panas atau mengalami demam. Walaupun sebenarnya panas sendiri bukanlah penyakit itu sendiri, panas biasanya adalah tanda bahwa sesuatu sedang terjadi didalam tubuh anda.

Dan sebenarnya panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.


Ya, demam disini berarti bahwa tubuh kita sedang berperang pada penyakit entah itu kuman atau virus. Tubuh ini seperti mempunyai sistem peringatan bahwa ada ancaman yang terjadi di tubuh kita. Efek samping dari peringatan demam ini adalah tubuh kita menjadi panas, mata menjadi sangat tidak enak, ludah serasa pahit, dan nafsu makan berkurang, rasanya ingin tidur istirahat saja. Memang benar peringatan ini, kalo ibaratnya tubuh kita bisa bicara, ia akan memperingatkan “Maaf teman, badan ini sudah kami desain agar tidak enak, kami sedang berperang melawan si virus, Perang Virus adalah prioritas pertama, oleh karena itu istirahatlah”.

Mungkin karena mindset perang tubuh ini, saya bisa sedikit menganalogikan dalam mengatasi demam ini. Berikut tips-tips dari saya untuk mengatasi demam,

1. Istirahat… istirahat… istirahat… Ingat tubuh kita sedang konsentrasi berperang. Lupakan semua aktivitas harian, mbolos aja kuliah ato kerja (izin tentunya), tubuh anda lebih penting daripada 18 SKS atau honor harian. Tapi usahakan jangan terlalu lama istirahat di kasur, bisa sakit punggung kita. Selang-seling tidur – baca buku – tidur – keluar rumah -tidur -ngenet -tidur, pokoknya aktivitas yang tidak memakan resource tubuh.

2. Beri tubuhmu amunisi energi yang banyak. Ibarat perang, kita juga butuh amunisi. Pergilah membeli makanan-minuman bergizi, seperti susu , kacang hijau, roti, buah . BEli makanan yang kita sukai, ingat nafsu makan kita menurun dan ludah serasa pahit, berarti tubuh memperingatkan kita, “makanlah yang banyak, enak dan bergizi ya, juga yang manis-manis”. Saat sakit takanan darah dan kadar gula kita menurun. Asuplah karbohidrat dan glukosa yang banyak. Ingat efek dari makanan baru terasa setelah lebih dari 7 jam.

3. Minum obat. Tubuh juga membutuhkan pasukan-pasukan khusus dalam berperang untuk operas-operasi khusus. Parasetamol, yang mengatasi pusing dan demam, Antibiotik, yang mengatasi bibit-bibit penyakit. Biasanya kombinasi obat yang saya pakai: Obat parasetamol (bisa panadol, ultraflu, paramex dll), antibiotik (yang mana yang cocok buat anda, untuk saat ini saya cocoknya ciprofloxacin dan tetra), Obat Maag (Untuk menetralisir lambung yang masam karena kurang ada makanan yang diolah, agar tidak mual-mual). Obat-obat tadi atas rekomendasi dokter pribadi saya dari klinik Ayah-Bunda :D

4. Jika 3 hari demam tak kunjung sembuh, berarti perang tak kunjung selesai, segeralah panggil jenderal perang, minta ia untuk menganalisis sebab-sebab terjadinya perang, profil musuh dan keadaan persenjataan kita, minta pendapatnya mengenai perang ini. Yup, pergilah ke dokter

5. Jangan lupa berdoa untuk kesembuhanmu

Yup, semoga anda cepat sembuh dan kembali beraktivitas





Indonesia Bisaaaa….!!

22 05 2008

Masih dalam rangka 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional. pada acara di Gelora bung Karno dengan “Indonesia Bisa” , yang saya artikan bahwa Indonesia Bisa bangkit kembali dari keterpurukannya. Slogan ini sangat mengena menurut saya, karena merepresentasikan sifat optimistis yang sangat kita perlukan di tengah krisis mental di negeri ini. Saya sendiri merasa optimis negeri ini mampu bangkit kembali.
Mengapa saya optimis Indonesia mampu bangkit kembali?

100 tahun yang lalu keadaan negeri kita hampir sama keadaannya

Mengalami penjajahan

Dulu, kita mengalami penjajahan kolonialis sekaligus kapitalis, meliputi penjajahan wilayah, pemerintahan bahkan ideologi, tidak dipungkiri juga bahwa kita dulu dijajah secara ekonomi, secara paksa malah, dengan pungutan pajak dan tanam paksa. Sementara kini, walau sudah merdeka, kita menghadapi penjajahan kapital, lewat cara-cara yang lebih halus, seperti pemberian hutang, penguasaan aset negara atau monopoli pasar

- Banyak rakyat menderita
Dulu, banyak orang yang benar2 menderita, sekarang menderitanya macam-macam, ada yang pura-pura menderita (agar diberi BLT)

- Ada koruptor juga
Siapa bilang jaman dulu ga ada koruptor? mungkin istilahnya bukan koruptor tapi pengkhianat kaki tangan kompeni, seperti raja-raja boneka kompeni, tuan2 tanah, cukong dll. Tujuannya sama, demi keuntungan pribadi dengan mengorbankan rakyat banyak

Kita adalah bangsa yang besar dan punya rasa nasionalisme yang tinggi.
Coba sebutkan negara mana yang memiliki keaneka ragaman suku  terbesar di dunia? jawabnya adalah Indonesia. Dengan keaneka ragaman yang banyak itu, mungkin kita adalah negara yang paling rukun. Coba kita lihat integrasi suku-suku bangsa di Indonesia yang dilandasi rasa nasionalisme tanpa kekerasan. Bandingkan dengan negara Inggris yang mengintegrasikan skotlandia dan irlandia dengan cara menumpas pemberotakan. Atau sikap bangsa Amerika dan Australia terhadap Indian dan Aborigin. Kita punya rasa nasionalisme yang tinggi.
Kecuali Timor Leste, pemberontakan di indonesia seperti GAM, RMS, papua merdeka dilandasi ketidakadilan sosial ekonomi tapi saya sendiri yakin bahwa pemberontakan tersebut masih ingin menjadi bagian dari NKRI, secara histori saja, wilayah pemberontakan tersebut adalah bagian dari perjuangan kemerdekaan NKRI.
Satu lagi, coba anda pikir, berapa banyak rakyat Indonesia yang ikut2an pusing memikirkan negara ini? mungkin dengan demo, unjukrasa, makian atau kritikan terhadap kebijakan pemerintah, cukup utuk merepresentasikan betapa cintanya mereka terhadap indonesia.

Kita adalah bangsa yang tabah
Mungkin setelah jaman kerajaaan majapahit, kehidupan rakyat Indonesia selalu “menderita”, mulai dari ditekan penjajahan kompeni, tekanan ekonomi, sampai merdeka pun kehidupan masih susah. Tapi dengan ujian seperti itu, bangsa kita terbiasa menjadi bangsa yang rajin dan pekerja keras. Tidak seperti negara maju (karena memang bukan negara maju), rakyat indonesia terlatih untuk berdiri mandiri di atas kaki sendiri, negara kita memang tidak mampu bila untuk mengurusi semua rakyatnya bahkan di bidang umum seperti pendidikan dan kesehatan. Dan yang paling penting, rakyat negeri ini tetap tabah dengan keadaan seperti ini, terbiasa dengan kehidupan keras seperti sekarang. Maaf, bukan bermaksud membenarkan keadaan yang seperti ini.

Kalau dilihat kondisi seperti ini seharusnya kita sudah mampu bangkit kembali, karena secara keadaan kita jauh lebih baik dari 100 tahun yang lalu. Tapi satu lagi yang harus kita ingat, mulailah dari nol….
100 tahun yang lalu, organisasi Budi Utomo didirikan, memulai perjuangan dari sektor pendidikan, kemudian muncul cendekia-cendekia dan organisasi2 lainnya. Buahnya dapat dirasakan 20 tahun kemudian saat Sumpah Pemuda, dan proklamasi. Tapi, Kebangkitan bukan proses instan bung!! , Mungkin dr. Wahidin dkk, tidak mengira bahwa pendirian Budi Utomo itu merupakan cikal bakal kemerdekaan indonesia, keinginannya agar rakyat Indonesia harus memunyai hak dalam pendidikan dan pemerintahan. Boleh jadi hari ini ataupun masa reformasi kemarin adalah cikal bakal kebangkitan nasional II.
Jadi, marilah kita bersikap optimis, bahwa Indonesia ini mampu bangkit kembali, Indonesia BISAAA…..

foto diambil dari blog fayyadl.wordpress.com





The Professional : Penjual Lotek

4 05 2008

Baru-baru ini saya menyaksikan acara seri Jepang berjudul The Professional, acara seri singkat kurang lebih 1 jam ini menceritakan tentang satu bidang pekerjaan tiap serinya. Diceritakan mengenai keseharian pekerjaan tersebut, seperti dokter, pattisier, scientist, polisi dan lain-lain, yah semacam kisah sukses gitu. Hikmah yang dapat diambil dari pekerjaan ini adalah, mereka dapat menikmati pekerjaanya sehingga hasil yang didapatkan menjadi maksimal.

Tapi tak usah jauh-jauh ke Jepang, di negeri ini pun banyak juga professional, saya ambil contoh ni penjual lotek. Jumat lalu, siang-siang sehabis jumatan, saya dan beberapa teman kos mencari makan siang. Sampailah kami ke tempat penjual aneka makanan sayur2an seperti rujak, lotek, karedok , pencok (ga tau ini apa). Kami memesan 3 porsi lotek beserta nasi.
Sebenarnya, sebelum kami, sudah ada pembeli-pembeli lain yang memesan, sekitar 3-4 orang. Yah paling nunggu 10 menit paling udah jadi. Namun perkiraan saya salah, untuk membuat satu porsi makanan saja, sang penjual mungkin dibutuhkan waktu sampai 5 menit, sebuah waktu yang lama untuk makanan sekelas lotek. Saya perhatikan, proses yang lama adalah pembuatan bumbunya. Mulai dari meracik sambel kacang, ditambah ini itu, dideplok (lupa bhs indonya :D ), sampai mencampur sayur2an . Saya pikir mengapa bumbunya tidak langsung jadi saja, disimpan dalam kaleng trus waktu ada pesanan tinggal dicampur sayur2an, seperti model-model penjual kupat tahu.
Setelah porsi untuk kami jadi, saya mencicipi dan ternyata enak, padahal cuma lotek, sayur2an tok (tidak ada unsur2 hewaninya :D ). dan saya langsung habis pertama diantara 2 teman saya. Hmm … memang lezat . Saya mulai tahu kenapa sang penjual sengaja meracik bumbu saat pemesanan, yaitu menjaga rasa. Saya teringat, masak pakai gas, minyak atau arang, rasanya akan berbeda. Dengan menyimpan bumbu dalam waktu lama, pasti akan merubah rasa lotek yang akhirnya malah mengecewakan pelanggan. Disini saya lihat ke-professionalitas-an sang penjual dengan menjaga rasa dan kepercayaan pelanggan. Bukan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan menambah kuantitas dan mengurangi kualitas. Lalu mengenai lamanya waktu? , Saya lihat orang-orang yang memesan disini memang sudah pelanggan dan mereka juga menyadari lamanya waktu untuk memesan, jadi lama waktu tidak jadi masalah. Mungkin pembeli baru seperti saya yang harus belajar menyadari hal tersebut.

Yah mungkin kita bisa belajar dari penjual lotek tadi. Hikmah yang dapat dipetik adalah kita harus berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain. Katakanlah bila bekerja, kita bekerja bukan untuk honor atau gaji, tapi niatkanlah untuk memberikan manfaat untuk orang lain, Insya Allah bukan hanya materi namun hasil maksimal dan amal jariyah juga akan kita peroleh (cem khotib jumatan pula awa ini :D )
Ini saya tambahi foto lotek dari google biar menambah suasana lapar





Radio oh radio

1 05 2008

Di tengah jaman perkembangan teknologi ini, dimana banyak bermunculan produk gadget-gadget baru. ada satu gadget yang tidak bisa saya tinggalkan yaitu “Radio” .

Saya mulai menyukai radio sejak kelas 3 SMA, saat itu channel radio yang sering saya setel JPI FM, karena banyak sekali obrolan bahasa jawa yang segar.

Sampai sekolah di Bandung, channel yang sering saya dengar adalah i-radio FM, channel ini banyak memutar lagu-lagu Indonesia dan yang saya sukai adalah ketika channel ini broadcast langsung dari Bandung (Stasiun radio ini merupakan cabang dari i-radio jakarta), karena penyiarnya segar, bersemangat serta sopan (thanks to Urban, Firly, Alny cs).

Saya juga menyukai channel EL Shinta News & Talk, radio ini “hanya” menyiarkan berita-berita dan acara diskusi. Menurut saya, dibanding internet atau TV, kecepatan penyiaran berita lewat radio ini adalah tercepat. Bayangkan saja tinggal telepon ke operator el shinta, informasi bisa disiarkan langsung. Selain update, tiap hari acaranya selalu diskusi, ato boleh dikatakan radio “ngomong” tidak ada lagu, paling cuma iklan. Jadinya tidak kesepian kalau larut malam. TIdak jarang saya tertidur dengan radio ini tetap berbunyi.

Channel selanjutnya yang saya sukai adalah Rama FM, channel ini banyak memutar lagu-lagu dangdut, baik dangdut konvensional maupun dangdut metal aka dangdut cirebonan :D . Pokoknya hidup Dangdut !!!

Sayangnya di Bandung ini, saya belum menemukan radio khusus bahasa Jawa. Ada juga namun hanya di jam-jam tertentu. Ada yang tau?

Nah lalu gadget apakah yang selama ini saya pakai untuk mendengarkan radio. Hihi terlalu keren kalo disebut gadget sih . ini dia.

Maaf kalo gambarnya gelap, pakai kamera laptop sih

Radio ini merupakan peninggalan kakak sepupu saya yang merupakan pemilik kamar kos dahulu. Radio ini merknya JVC 838 W. Radio ini merupakan keluaran 70an , sudah dilengkapi kaset dan  recorder. Gelombang radio yang bisa ditangkap mulai dari SW, SW1 dst, MW (ga tau apa sekarang masih ada pemancar yang pakai frekuensi ini) sampai FM, namun tidak ada AM. WAlaupun sudah tua (tua mana ya sama radionya ARC??),tapi sampai sekarang masih maknyuss untuk didengar.

Ini nih gambar versi kerennya

radio jadul





Nonton Ketoprak Humor

10 03 2008

Pagi ini, ato lebih tepatnya kemaren malam, saya (hampir) begadang buat ngerjain PR Sinsis yang memusingkan (yang pada akhirnya saya mencontek teman esok paginya). Di tengah kemumetan itu, saya hidupkan TV sengaja agar tak kesepian. Acaranya waktu itu adalah ketoprak humor, di TPI jam 23.00 – 01.00. Entah kenapa, saya jadi ingin menonton acara tersebut. Ternyata sepanjang acara saya jadi sangat terhibur dengan acara “ketoprak humor” ini. SAya menganggap acara ini benar2 menarik dan terlalu sayang untuk dilewatkan

Ada beberapa alasan kenapa saya begitu senang menonton acara ini.

1. Acara ini lucu, mungkin bagi orang jawa seperti saya, banyak humor2 dengan bahasa jawa yang segar dan penuh spontanitas.

2. Dulu, waktu ketoprak humor masih prime time malem minggu jam 7 – 9 . Saya sering menonton acara ini. Tapi karena seiring mundurnya jadwal jam tayang semkain larut, jadi hamka kecil jarang menonton acara ini.

3. MErupakan kenangan bagi saya. Saya tiap malam minggu biasanya di rumah simbah di kalioso, menonton acara ini bareng keluarga besar. :D

4. Mengobati kerinduan saya akan tanah jawa (weissyeh…)

So…. ayo cah nonton ketoprak humor timbangane nonton sinetron…. !!

Yang pasti setiap malam senin tidak akan saya lewatkan acara ketoprakan ini…. Bravo Ketoprak Humor





Kemana aja kau Ham??

3 03 2008

Hari ini agak aneh dan spesial bagi saya (padahal bukan hari ulang tahun saya) . Keanehan tersebut berawal ketika saya melewati himpunan ada sedikit urusan . Salah seorang teman saya menyapa “Kemana aja kau ham, ga pernah kelihatan?” . Saya sih cuman cengengas-cengengesan, aneh aja, lha wong ga kemana-mana. Lalu pas di Musholla Comlabs , salah seorang teman saya juga menanyakan pertanyaan yang sama (Nengndhi wae koe pak??, ra tau ngetok).

Aneh juga, tapi saya pikir pertanyaan tersebut dilontarkan teman-teman saya dari himpunan. Memang akhir-akhir ini saya jarang ke himpunan (memang sebelumnya pernah??). Sengaja saya pasif berorganisasi dalam himpunan,  karena saya sendiri kesulitan membagi waktu. Takutnya, setelah aktif di himpunan nanti saya tidak bisa menjalankan amanah. Tapi ada satu hal yang ingin saya lakukan untuk bukan hanya himpunan tapi Civitas Elektro. Itu salah satu tekad saya berkuliah di ITB

Mengapa Civitas Elektro?,  Dari awal masuk STEI saya sendiri merasa berhutang ke Civitas. BAgaimana tidak ketika anda masuk ke Prodi Teknik Elektro, anda bangga, kebanggaan itu diperoleh dari kakak2 kita dari saat Prodi Elektro berdiri. Hal lain, misalnya lab, dosen, bahan kuliah , semua itu diperoleh dari hasil kerja keras pendahulu kita (waktu lab masih terbatas, dosen2 kitapun lulusan elektro). Saya nggak ingin elektro cuma dijadikan batu loncatan ke jenjang karir, harus ada timbal balik dari mahasiswanya. Yah itulah tekad saya bagi Civitas. Ok Champ…… Elektro…elektro…elektro….

Lalu pertanyaan ” Kemana saja kau ham??”

Jawabannya “Mencari sesuap nasi agar asap dapur tetap mengepul” :D





November End

30 11 2007

Entah mengapa aku ingin judul blog-ku kali ini November End, ingin rasanya menulis kata- itu dalam blog ini. Entah kenapa?

Pengen nulis itu aja.. :D