Mati lampu sejam, masalahnya seharian :(

7 03 2009

Cerita berawal  dari malam jumat (ngeri deh.. ), jam 10 malam, sebuah instant messenger ke saya “Ham, ITB mati lampu”. Pikiran saya langsung tertuju ke peternakan server  di comlabs , pasti peliharaan-peliharaan ini pada mati karena emang ga ada UPS yang bagus. UPS yang ada cuma bisa mengatasi spike listrik (Denyutan yang terjadi pada tegangan listrik dalam waktu yang cukup singkat ). Tapi ya sudahlah, tidak tahu mati lampunya sampai kapan , besok pagi-pagi saja menghidupkan peliharaan-peliharaan itu. Saya hubungi 2 pawang server lainnya ady & ichsan, untuk juga datang pagi-pagi.

Esoknya, jam 1/2 8 (saya telat bangun >.<),  belum juga selesai masalahnya. Saya datang ke TKP, ternyata, komputer sudah nyala semua . Cuman jaringannya belum jalan, setelah dicek ternyata , switch VLAN yang menghubungkan ke uplink belum nyala. Sial , ternyata hewan ini nggak otomatis hidup lagi :D ,jadi harus dihidupkan manual. Eits, masalah belum selesai, jaringannya masih ga jalan.Ternyata si router ga mau booting, masalahnya VGAnya rusak. OK, dicari VGA pengganti , diganti VGA PCI (masih ada ya VGA model gini :D ) . Setelah itu, masalah selesai, servis-servis udah jalan, hatipun senang :D

Siangnya, setelah jumatan, dapat SMS dari teman “ham, rileks error” . Waduh, hajat hidup orang banyak ini. Tak terbayang, weekend anak ITB bila rileks mati jumat ini.

FYI

1. Rileks adalah forum bersama anak ITB, isinya mulai diskusi ringan, serius, film, multimedia dan masih banyak lagi

2. Sebagian besar anak ITB adalah jomblo

3. Sebagian besar jomblo menghabiskan weekend dengan menonton film, di kosan, sendirian (paling banter sama teman kosnya sesama jomblo :D )

4. Penulis adalah sebagian kecil dari jomblo itu -_-

Jadi kesimpulannya, “no rileks, no weekend “

Kembali ke permasalahan, ngulik-ngulik rileks yang error ternyata susah. Tulisannya ”IPS Driver Error”.  Waktu nyari-nyari di google, solusi permasalahannya pasti Please ask, to our technical support”.halah . Tapi udah dapat dipastikan databasenya eror . Pilihan saya cuma 2, restore ke database hari kemarin atau coba memperbaiki databasenya. Akhirnya kita coba perbaiki dulu databasenya, memakan waktu kira-kira 1 jam (jumlah postingannya banyak). Alhamdulillah setelah direpair, rileks  up lagi :D . Tapi agak-agak ngehang, ups, ternyata tanggal servernya salah dan mungkin mereset saat mati lampu kemarin. Jadi mungkin kronologisnya, mati lampu -> server mati -> server hidup -> tanggal mereset -> database postingan kacau -> database error . Yah akhirnya, rileks kembali normal dan menyelamatkan weekend rilekser :D

Tapi yang saya soroti ini adalah mati lampunya, terbukti dari mati lampu sejam ini, menyusahkan orang selama hampir seharian. Yah semoga jangan mati lampu lagi ya (ngarep…)…





Konfigurasi squid sebagai proxy server

21 01 2008

Squid adalah program proxy server. Proxy sendiri adalah program untuk melakukan caching terhadap halaman website, sehingga pengaksesan ke halaman website menjadi lebih cepat karena halaman web yang sudah dibuka telah tersimpan di proxy server. Gabungan aplikasi proxy server dan firewall, dapat menjadikanya semacam gateway untuk mengakses halaman website.
Squid yang saya gunakan ini adalah versi 2.6 .Proses instalasi saya lakukan lewat source. Hasilnya sama saja dengan lewat port atau package. Setelah proses instalasi pastikan ada file konfigurasinya squid.conf, biasanya berada di /usr/local/etc/squid/squid.conf dan juga ada user squid dan group squid sebagai user yang menjalankan squid, demi keamanan sistem.
Read the rest of this entry »





Prinsip kerja DNS

29 11 2007

Pengalamatan di internet menggunakan IP Address x.x.x.x. Tentu saja dengan pengalamatan seperti ini akan menghasilkan kurang lebih 4 milyar alamat IP yang unik. Bagi manusia, tentu saja menghafalkan alamat IP sebanyak itu dengan representasi angka akan menyulitkan. Kita lebih mudah menghafalkan alamat dengan representasi huruf. UNtuk itu diperlukan resolver dari nama ke alamat IP
Dulu ketika awal internet belum banyak, penamaan dilakukan dengan menggunakan sistem file HOST.TXT. File HOST.TXT berisi translasi dari alamat nama ke nomor IP. SIstem ini dibuat dengan terus mengupdate file HOST.TXT. File ini diupdate terpusat di Stanford Research Institute Network INformation Center (SRI-NIC). Selanjuta file ini didownload mandiri oleh masing-masing resolver. Namun sistem ini memiliki kelemahan, dikarenakan berkembangnya jaringan internet, mkaa traffic untukmendownload file ini juga semakin tinggi. Juga ada kemungkinan terjadinya pemakaian 2 alamat/ lebih yang sama.
Maka dibuatlah sistem penamaan yang baru, yang disebut Domain Name System (DNS). Sistem ini mempunyai domain, zone dan pendelegasian.Sistem domain pada DNS hampir sama pada hierarki file system pada sistem UNIX, bedanya keduanya terbalik dalam penulisannnya
Contoh:
Pada UNIX : /etc/named/crontab
Pada DNS : crontab.named.etc (Bukan contoh domain sebenarnya ^_^)

Prinsip kerja DNS
Prinsip kerja DNS adalah dengan pendelegasian setiap name server. Setiap name server mengikuti hierarki penamaan DNS tersebut.
Misalnya, untuk alamat station.arc.itb.ac.id , kurang lebih langkah yang dilakukan adalah seperti ini,
Diperlukan nameserver, untuk root server, top level domain (.id), name server academic (.ac.id), name server itb(.itb.ac.id) dan name server arc (.arc.itb.ac.id). Untuk menemukan alamat IP dari station.arc.itb.ac.id ,
1. Pertama-tama komputer client akan menanyakan pada local name servernya.
2. Pada local name server akan menanyakan station.arc.itb.ac.id pada root server, biasanya tipe alamat server ini sudah diketahui name server. KArena alamatnya memang cenderung sudah fixed, maka disebut tipe hint (cache). Pada instalasi program name sever biasanya langsung didapatkan data root server ini (kalau tidak salah ada 13 root server di dunia).
3. Root server akan menjawab bahwa, domain .id sudah ia delegasikan pada name server .id
4. Local name server akan menanyakan pada name server .id,
5. name server .id manjawab, bahwa domain .ac.id, sudah ia delegasikan pada name server academic .ac.id
6. Local name server menanyakan pada name server academic .ac.id
7. Name server academic .ac.id, menjawab, bahwa domain .itb.ac.id sudah ia delagasikan pada name server itb .itb.ac.id
6. Local name server menanyakan pada name server itb .itb.ac.id
7. Name server academic .ac.id, menjawab, bahwa domain arc.itb.ac.id sudah ia delegasikan pada name server arc .arc.itb.ac.id
6. Local name server menanyakan pada name server arc .arc.itb.ac.id
7. Name server .arc.itb.ac.id melookup databasenya, dan ternyata station.arc.itb.ac.id memang berada pada zonenya dan dalam database zone
8. Name server ARC, .arc.itb.ac.id, menjawab ke local domain name server berupa alamat station.arc.itb.ac.id, selanjutnya local name sever meneruskan jawaban ke komputer client
9. Akhirnya komputer client mengetahui alamat IP station.arc.itb.ac.id, sehingga ia dapat memulai koneksi TCP/IP le station.arc.itb.ac.id

Dengan sistem seperti ini, walaupun mata rantai lebih panjag, tapi dengan DNS, sistem penambahan nama menjadi lebih teratur. d





Konfigurasi FTP Server Publik dengan proftpd

23 11 2007

Proses transfer dengan FTP memang cepat daripada dengan protokol SMB (Entah kenapa… wa ga tau? :D ). BEberapa software FTP Server, seperti proFTPd, vsFTPd pureFTPd. Kali in saya akan membahas mengenai proFTPd
PErtama-tama Install software proftpd, dengan ./configure && make && make install (apabila lewat source)
Apabila sudah terinstall, biasanya file konfigurasi ada di /etc atau /usr/local/etc dengan nama proftpd.conf. BUka file tersebut dengan teks editor

ServerType standalone # kita ingin proftpd berjalan secara stand alone, tanpa inetd
DefaultServer on
ScoreboardFile /var/run/proftpd.scoreboard

Port 21 # Port Standar dari FTP

Umask 022 # Merupakan representasi lain sari chmod 644, jadi user lain hanya bisa membaca file saja

User nobody
Group nogroup #untuk keamanan, maka FTP servis ini berjalan bukan daru user maupn group manapun

#Untuk FTP Server Publik (Anonymous)

<Anonymous /data/ftp>
User ftp
Group ftp

UserAlias anonymous ftp # user ftp = anonymuus – definisi seperti definisi variabel di bahasa pemrograman

MaxClients 10 #jumlah klien maksimum anonymous yang login

HideUser root # Agar klien tidak dapat membuka file yang dimilki root

<Limit WRITE>
AllowAll
</Limit>

<Limit READ DIRS>
IgnoreHidden on #Membatasi agar user lain tidak bisa membuka file hidden
</Limit>

</Anonymous>

Dengan konfigurasi seperti diatas, FTP Publik ini oleh user Anonymous hanya bisa dibaca. Ia tidak bisa meng-uplot file atau menghapus file di dalam file ini.





Setting Network Interface di Linux dan BSD

23 11 2007

Internet adalah ujung tombak dari kekuatan sistem di UNIX. Oleh karena itu pemahaman jaringan di UNIX adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Pada tutorial kali ini saya akan menjelaskan bagaimana kita mengkonfigurasi di Linux (Ubuntu) dan di FreeBSD

Read the rest of this entry »





Instalasi CMS WordPress di Webserver

23 11 2007

Diantara CMS yang tersebar di internet, ada satu CMS yang populer karena keeleganannya, yaitu wordpress. WordPress yang identik dengan blog ini memiliki tampilan yang elegan dan tidak “neko-neko“. Bagaimana tidak situs formal seperti situs kampus www.itb.ac.id dan program studi di jurusan saya memakai CMS serta template berlogo W ini.

Read the rest of this entry »





Konfigurasi Apache

23 11 2007

Untuk menginstall Webserver sebenarnya cukup dibutuhkan Apache Web Server. NAmun untuk membuat website yang dinamis, perlu komponen PHP dan MySQL.

Konfigurasi apache ada di httpd.conf , namun ada beberapa versi apache yang konfigurasinya di apache22.conf (httpd.conf-nya melompong)
Beberapa section dari httpd.conf in yang penting adalah:

Listen [IP Address]:[Port]

Dengan konfigurasi ini, apache hanya akan menerima request ke IP ini dan dari Port tertentu

Listen 80

Artinya apache akan menerima dan dari port 80 saja, kebanyakan browser memang menjadikan port 80 sebagai default

LoadModule [PathModule]

Modul-modul inilah yang akan di-load apache, termasuk modul PHP, jika kita menjalankan PHP pastikan modul ini telah ada di httpd.conf

Read the rest of this entry »





Kustomisasi dan Kompilasi Kernel FreeBSD

23 11 2007

Kustomisasi dan kompilasi kernel di FreeBSD

Kustomisasi kernel sangat dibutuhkan dalam FreeBSD. MEngapa? untuk performa sistem. Kita tahu kernel adalah sekumpulan driver yang menjalankan instruksi software ke mesin. Sebelum dikustomisasi, mungkin kernel memiliki beberapa instruksi yang tidak dibutuhkan sistem atau beberapa instruksi yang belum dimilki, tapi dibutuhkan sistem. Untuk itulah diperlukan kustomisasi, berikut langkah-langkah kompilasi kernel dalam FreeBSD

Read the rest of this entry »





File konfigurasi di FreeBSD

20 11 2007

Beberapa file konfigurasi di FreeBSD yang penting
- /etc/fstab : file berisi deskripsi file sistem, dimana file sistem di-mount dan dimana devicenya. file ini penting terutama digunakan saat proses booting, karena kernel pertama kali akan membaca file ini untuk mengemount swap dan / . Sehingga urutan mounting file sistem dala file ini sangat penting.

$ less /etc/fstab
# Device Mountpoint FStype Options Dump Pass#
/dev/ad0s1b none swap sw 0 0
/dev/ad0s1a / ufs rw 1 1
/dev/ad0s1e /tmp ufs rw 2 2
/dev/ad0s1f /usr ufs rw 2 2
/dev/ad0s1d /var ufs rw 2 2
/dev/acd0 /cdrom cd9660 ro,noauto 0 0

Read the rest of this entry »





Konektivitas Linux dan Windows via Samba

22 10 2007

Kali ini saya mencoba ngoprek aplikasi Samba. Samba ini digunakan untuk file sharing, seperti layaknya FTP, namun menggunakan protokol SMB (Server Message Block). NAh karena saya penasaran apa bedanya dengan FTP dan juga file sharing di Windows maka saya coba ngoprek sedikit.
Pertama, instalasinya saya lewat package, entah samba versi berapa saya rupa (soalnya nih posting dari Windows). Package tersebut saya peroleh dari DVD Debian 4, tidak lupa dalam instalasi saya install juga SWAT (yaitu program bantuan konfigurasi samba berbasis web). Setelah instalasi dan samba akan menjalankan dua daemon, yaitu

# smbd
Daemon yang memberikan layanan berbagi file dan printer dalam sebuah jaringan yang menggunakan protokol SMB. Smbd juga memberikan otentikasi dan otorisasi bagi kliennya.

# nmbd
Daemon yang memanfaatkan Windows Internet Name Service (WINS), dan membantu klien untuk browsing di network neighborhood.

Read the rest of this entry »